PM Albanese 'Terpukul' Aksi Tolak Presiden Israel di Sydney Diwarnai Bentrokan
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengaku merasa "terpukul" dengan adanya bentrokan yang terjadi dalam unjuk rasa di Sydney yang menentang kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog. Meskipun demikian, Albanese menegaskan bahwa tindakan yang diambil oleh kepolisian terhadap para pengunjuk rasa dinilai sudah tepat dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Ekspresi Kekecewaan dari Pemimpin Australia
"Ini benar-benar adegan yang menurut saya seharusnya tidak terjadi," ujar Albanese seperti dilansir dari AFP pada Selasa (10/2/2026). Ia menambahkan bahwa masyarakat seharusnya memiliki ruang untuk mengekspresikan pandangan mereka secara damai, namun kepolisian telah memberikan arahan yang jelas mengenai rute yang harus diikuti jika ingin melakukan unjuk rasa.
Kunjungan Presiden Herzog yang dijaga ketat selama empat hari ini bertujuan untuk memberikan dukungan dan hiburan kepada komunitas Yahudi Australia, terutama setelah peristiwa penembakan di Pantai Bondi Sydney pada Desember lalu yang menewaskan 15 orang dalam festival Hanukkah. Kunjungan ini diharapkan dapat mengangkat semangat komunitas yang sedang berduka.
Bentrokan dan Tindakan Kepolisian
Namun, situasi menjadi kacau pada Senin malam di jantung kota terbesar Australia tersebut, ketika polisi berusaha mencegah para pengunjuk rasa memasuki area yang telah ditetapkan sebagai zona terlarang. Dalam upaya mengendalikan kerumunan, penegak hukum terpaksa menyemprotkan semprotan merica kepada para pengunjuk rasa dan juga beberapa anggota media, termasuk wartawan AFP.
Perdana Menteri New South Wales, Chris Minns, menyatakan bahwa polisi ditempatkan dalam "situasi yang sangat sulit". Ia mencatat bahwa tidak jauh dari lokasi unjuk rasa, Presiden Herzog sedang berpartisipasi dalam acara untuk para korban pembunuhan 14 Desember bersama ribuan pelayat. Minns menegaskan bahwa akan menjadi "bencana" jika para pengunjuk rasa diizinkan untuk berunjuk rasa di dekat acara tersebut.
Kepolisian New South Wales mengonfirmasi bahwa mereka telah menangkap 27 orang dalam demonstrasi tersebut, termasuk 10 orang yang diduga menyerang aparat penegak hukum. Mereka juga mengakui penggunaan semprotan merica terhadap kerumunan sebagai bagian dari upaya pengendalian situasi.
Respons dari Komunitas Yahudi Australia
Kunjungan Herzog diperkirakan akan berlangsung hingga Kamis. Pada hari Selasa, ia dijadwalkan bertemu dengan keluarga korban serangan Bondi, yang merupakan serangan paling mematikan terhadap orang Yahudi sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023.
Banyak warga Yahudi Australia menyambut baik kunjungan ini. Alex Ryvchin, salah satu kepala eksekutif Dewan Eksekutif Komunitas Yahudi Australia, menyatakan bahwa kunjungan Presiden Herzog akan membantu mengangkat semangat komunitas yang sedang berduka.
Namun, tidak semua anggota komunitas setuju dengan kunjungan tersebut. Dewan Yahudi Australia yang progresif menyatakan bahwa Herzog tidak diterima karena dugaan perannya dalam "penghancuran Gaza yang sedang berlangsung". Perbedaan pandangan ini mencerminkan kompleksitas situasi dan beragamnya opini di dalam komunitas Yahudi Australia sendiri.
Insiden ini menyoroti ketegangan yang masih ada terkait konflik di Timur Tengah dan bagaimana hal itu berdampak pada komunitas di Australia. Pemerintah Australia terus berupaya menyeimbangkan hak untuk berunjuk rasa dengan kebutuhan untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum, terutama dalam kunjungan pejabat asing yang sensitif seperti ini.