Jakarta - Nama Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan dalam survei simulasi pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilu 2024 mendatang. Indikator Publik Nasional (IPN) merilis hasil penelitian yang mensimulasikan berbagai kemungkinan duet Prabowo dengan sejumlah tokoh politik ternama, termasuk Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.
Metodologi Survei yang Komprehensif
Survei ini dilaksanakan pada periode 17 hingga 27 Maret 2022 dengan melibatkan total 1.200 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh 34 provinsi di Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode multistage random sampling yang memastikan representasi yang akurat dari populasi pemilih.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan bantuan kuesioner terstruktur. Survei ini memiliki margin of error sebesar 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen, yang menunjukkan tingkat akurasi yang cukup tinggi dalam pengukuran preferensi politik masyarakat.
Empat Varian Simulasi yang Diuji
IPN mengembangkan empat skenario berbeda dalam simulasi pasangan capres-cawapres ini. Setiap responden diminta untuk memilih pasangan mana yang akan mereka dukung jika pemilu dilaksanakan pada saat survei dilakukan.
Hasil Lengkap Keempat Simulasi
- Simulasi Pertama:
- Prabowo-Puan Maharani: 32,7%
- Anies Baswedan-AHY: 26,0%
- Ganjar Pranowo-Airlangga Hartarto: 24,3%
- Belum tahu/tidak menjawab: 17,0%
- Simulasi Kedua:
- Prabowo-Ganjar: 54,2%
- Puan-Anies: 23,7%
- AHY-Airlangga: 13,5%
- Belum tahu/tidak menjawab: 8,6%
- Simulasi Ketiga:
- Prabowo-Anies: 42,3%
- Puan-Ganjar: 28,3%
- Airlangga-AHY: 12,5%
- Belum tahu/tidak menjawab: 16,9%
- Simulasi Keempat:
- Prabowo-AHY: 30,8%
- Ganjar-Anies: 42,2%
- Puan-Airlangga: 10,9%
- Belum tahu/tidak menjawab: 16,1%
Prabowo-Ganjar Meraih Posisi Teratas
Dari semua varian simulasi yang diujikan, pasangan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo muncul sebagai kombinasi terkuat dengan meraih dukungan melebihi 50 persen. Dalam simulasi kedua, duet ini bahkan mencapai angka elektabilitas sebesar 54,2 persen, jauh melampaui pasangan pesaing lainnya.
Peneliti IPN, Ike, menjelaskan dalam konferensi pers virtual pada Rabu (27/4/2022) bahwa "Dari semua simulasi yang dibangun, Prabowo-Ganjar memperoleh hasil tertinggi dari semua varian simulasi. Ganjar merupakan cawapres yang paling dapat memberikan kontribusi bagi pasangan Prabowo dibandingkan cawapres lainnya."
Analisis ini menunjukkan bahwa di antara berbagai kemungkinan pasangan, Ganjar Pranowo memberikan nilai tambah elektoral yang signifikan bagi Prabowo Subianto. Meskipun dalam simulasi lain Prabowo juga menunjukkan performa yang kuat ketika dipasangkan dengan Anies Baswedan (42,3%), namun angka tersebut masih berada di bawah pencapaian pasangan Prabowo-Ganjar.
Implikasi Politik Menjelang Pemilu 2024
Hasil survei ini memberikan gambaran awal tentang dinamika elektoral yang mungkin terjadi dalam kontestasi Pemilu 2024. Meskipun masih berada dalam tahap simulasi dan pemilu masih cukup jauh, data ini dapat menjadi pertimbangan penting bagi para aktor politik dalam menyusun strategi koalisi dan penentuan pasangan calon.
Perbedaan yang cukup signifikan antara elektabilitas Prabowo ketika dipasangkan dengan berbagai tokoh menunjukkan bahwa faktor pasangan memiliki pengaruh penting dalam menentukan daya tarik elektoral seorang calon presiden. Masyarakat tampaknya merespons lebih positif ketika Prabowo berpasangan dengan Ganjar Pranowo dibandingkan dengan opsi pasangan lainnya.
Survei ini juga mengungkapkan bahwa masih terdapat segmen pemilih yang belum menentukan pilihan, dengan persentase "belum tahu" yang bervariasi antara 8,6% hingga 17,0% tergantung pada komposisi pasangan yang diuji. Ruang ketidakpastian ini menjadi area yang akan diperebutkan oleh berbagai pasangan calon dalam kampanye politik mendatang.