Rencana 'Arc de Trump' dan Sejarah Panjang Gapura Kemenangan di Dunia
Rencana 'Arc de Trump' dan Sejarah Gapura Kemenangan

Rencana 'Arc de Trump' dan Sejarah Panjang Gapura Kemenangan di Dunia

Washington DC - Ide pembangunan gapura kemenangan di ibu kota Amerika Serikat kembali mencuat, dengan Presiden Donald Trump mengusulkan Independence Arch untuk memperingati 250 Tahun Kemerdekaan AS pada 4 Juli. Proyek yang dijuluki "Arc de Trump" ini terinspirasi dari Arc de Triomphe di Paris, Prancis, dan telah menjadi perbincangan hangat sejak Oktober tahun lalu.

Kontroversi dan Rencana Pembangunan

Dalam sebuah jamuan makan malam di Gedung Putih, Trump memperlihatkan model miniatur gapura setinggi 250 kaki (76 meter) kepada para donatur. Ia menegaskan bahwa gapura ini akan "sangat indah" dan ditujukan untuk dirinya sendiri, seperti yang diungkapkannya kepada reporter CBS News. Lokasi yang diusulkan, antara Pemakaman Nasional Arlington dan Lincoln Memorial, menuai kritik tajam karena dianggap mengganggu garis pandang historis.

Trump berargumen bahwa 57 kota di dunia telah memiliki gerbang kemenangan, sementara Washington DC sebagai satu-satunya kota besar yang tidak memilikinya. Namun, rencana ini harus mendapat persetujuan dari Kongres dan Otoritas Penerbangan Federal, serta menghadapi gugatan hukum dari veteran Perang Vietnam dan sejarawan arsitek pada Februari 2026.

Sejarah Panjang Gapura Kemenangan

Gerbang kemenangan dengan pintu melengkung memiliki akar sejarah yang dalam di berbagai budaya. Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa tradisi ini dimulai di Mesopotamia pada milenium ke-10 hingga abad ke-6 SM, di mana gerbang dibangun menggunakan batu bata lumpur yang dikeringkan di bawah sinar matahari. Teknik ini kemudian diadopsi oleh peradaban Romawi untuk membangun struktur seperti Colosseum dan saluran air.

Pada akhir abad ke-1 M, gerbang Romawi mulai berfungsi sebagai monumen peringatan dan propaganda, seperti Arch of Titus yang memperingati kemenangan dalam Pengepungan Yerusalem. Mary Beard, profesor dari Universitas Cambridge, mencatat bahwa monumen semacam ini dirancang untuk mempengaruhi cara orang mengingat peristiwa sejarah.

Gerbang Monumental di Berbagai Era

Di era modern, Napoleon Bonaparte menugaskan pembangunan Arc de Triomphe pada 1806, yang selesai pada 1836 dan kini menjadi ikon Paris. Contoh lain termasuk:

  • Taq i-Kisra di Irak: Gerbang melengkung dari era Sasaniyah yang dibangun antara abad ke-3 dan ke-6 Masehi, dikenal sebagai contoh teknik kuno tanpa penopang baja.
  • Gerbang Brandenburg di Berlin: Awalnya gerbang masuk kota, menjadi simbol perpecahan Perang Dingin dan reunifikasi Jerman.
  • Paifang di Chinatown: Gapura melengkung khas China yang menandai identitas komunitas diaspora di seluruh dunia.
  • India Gate di New Delhi: Monumen peringatan untuk tentara India yang tewas dalam Perang Dunia I, terinspirasi dari tradisi Romawi.

Makna Spiritual dan Arsitektur

Gapura juga memainkan peran penting dalam ruang spiritual. Di Jepang, torii di kuil Shinto dipercaya mengusir kejahatan dan menandai transisi ke alam suci. Sementara di Eropa abad pertengahan, arsitektur Gotik dengan lengkungan runcing dan kaca berwarna dirancang untuk membangkitkan kesucian dalam gereja.

Pertanyaan Masa Depan

Di Washington DC, usulan Independence Arch memicu pertanyaan mendalam: akankah kota yang sudah dipenuhi monumen ini menambahkan struktur baru? Dan kisah apa yang akan dibawa oleh gapura ini bagi generasi mendatang? Proyek ini bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi simbol yang kerap memicu perselisihan dalam lansekap politik dan budaya.