PSI Berangkatkan 10.800 Pemudik dengan 200 Bus Gratis ke Berbagai Kota di Jawa
PSI Berangkatkan 10.800 Pemudik Pakai 200 Bus Gratis

PSI Fasilitasi Mudik Gratis untuk 10.800 Warga dengan Armada 200 Bus

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara resmi meluncurkan program mudik gratis bertajuk Mudik Asyik PSI 2026 pada Sabtu, 14 Maret 2026. Acara pelepasan yang berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, yang didampingi oleh istrinya, Erina Gudono.

Skala Besar: 200 Bus untuk 10.800 Pemudik

Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, mengonfirmasi bahwa program ini berhasil memberangkatkan sekitar 10.800 pemudik ke berbagai destinasi di Pulau Jawa. Armada yang disediakan mencapai 200 bus, menunjukkan komitmen partai dalam membantu masyarakat menjalankan tradisi mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Alhamdulillah, pada hari ini secara resmi Mas Ketua Umum, Mas Kaesang Pangarep, melepas Mudik Asyik PSI 2026. Tercatat ada 200 bus yang sudah disediakan, dengan penumpang sekitar 10.800 orang ke berbagai kota di seluruh Jawa," ujar Raja Juli di lokasi acara.

Makna Sosial di Balik Program Mudik Gratis

Raja Juli menekankan bahwa program ini bukan sekadar bantuan transportasi, melainkan bentuk kepedulian PSI untuk menciptakan suasana Idul Fitri yang lebih bahagia dan bermakna. Dia menjelaskan bahwa mudik memiliki dimensi sosial yang luas, melampaui sekadar perjalanan fisik.

"Mudik tidak hanya sekadar pindah dari kota ke desa, tetapi ini juga silaturahmi. Ini bagian dari distribusi kekayaan dari ibu kota ke desa-desa, sekaligus menumbuhkan semangat baru untuk berjuang di ibu kota setelah lebaran usai," tambahnya.

Urutan Keberangkatan Tanpa Makna Simbolik Khusus

Ketika ditanya mengenai bus pertama yang diberangkatkan menuju Solo, Raja Juli menegaskan bahwa hal tersebut tidak memiliki makna simbolik tertentu. Urutan keberangkatan bus sepenuhnya ditentukan oleh panitia berdasarkan antrean dan jumlah penumpang.

"Oh, tidak ada makna khusus. Itu panitia saja yang mengatur antrean bus, dan kebetulan yang pertama ke Solo karena salah satu tujuan dengan penumpang terbanyak. Jadi, bukan berarti ada maksud tertentu," jelasnya.

Program Mudik Asyik PSI 2026 ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan silaturahmi selama momen spesial Idul Fitri.