Ketua DPP PSI Bestari Barus membalas pernyataan PDIP yang menyinggung polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di tengah rencana safari politik Jokowi. Bestari menilai sindiran soal ijazah Jokowi tidak pantas dilontarkan oleh partai yang pernah mengusung Jokowi.
Tanggapan PSI atas Sindiran PDIP
Bestari menyatakan bahwa Prabowo Subianto yang dua kali menjadi lawan politik Jokowi tidak pernah mempermasalahkan ijazah tersebut. Ia menyayangkan justru dari partai yang mendukung Jokowi malah mengeluarkan pernyataan yang tidak pantas dan kekanak-kanakan.
Menurut Bestari, sikap PDIP menunjukkan kekhawatiran terhadap PSI. Ia menegaskan bahwa tidak ada yang salah dengan Jokowi yang turun ke masyarakat. Jokowi memang sudah waktunya turun karena sejak dulu ia senang bertemu rakyat.
Safari Jokowi untuk Sosialisasi Dukungan ke PSI
Bestari mengatakan safari Jokowi nantinya akan menjadi momentum untuk menegaskan bahwa Jokowi tidak lagi bersama PDIP. Safari ini bertujuan agar masyarakat memahami bahwa Jokowi kini mendukung PSI.
Ia menjelaskan bahwa Jokowi perlu mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa beliau sudah tidak lagi di partai lamanya, yaitu PDIP, dan sekarang bersama PSI. Bestari berharap masyarakat yang sebelumnya mungkin khilaf dalam memilih, kini akan mengikuti pilihan Jokowi yaitu PSI.
PSI Siap Mendampingi dan Merancang Roadmap Safari
Bestari menyatakan PSI akan mendampingi Jokowi selama safari dan telah merancang roadmap untuk kegiatan tersebut. PSI akan mengatur pertemuan dengan masyarakat, menyampaikan program, dan menyapa kembali daerah-daerah yang pernah dikunjungi Jokowi.
Pernyataan PDIP Soal Ijazah Jokowi
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menanggapi rencana Jokowi berkeliling Indonesia dengan menyinggung polemik ijazah Jokowi. Andreas menyatakan bahwa di NTT banyak orang bertanya apakah ijazah Jokowi asli atau palsu. Ia menyarankan agar kunjungan Jokowi ke NTT digunakan untuk menjelaskan perihal ijazah, bukan untuk kepentingan politik.
Andreas menilai polemik ijazah seharusnya segera diselesaikan agar tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat. Menurutnya, persoalan yang sebenarnya sepele menjadi bertele-tele tanpa kejelasan.



