GRIB Jaya memberikan pernyataan resmi terkait insiden penggerudukan rumah seorang penulis bernama Ahmad Bahar yang berlokasi di Cimanggis, Depok, pada hari Minggu, 17 Mei 2026. Peristiwa ini diduga dipicu oleh konten yang dibuat oleh Ahmad Bahar yang berkaitan dengan pemimpin GRIB, Hercules Rosario Marshal.
Klarifikasi GRIB Jaya
Kepala Bidang Humas dan Publikasi DPP GRIB Jaya, Marcel Gual, menegaskan bahwa narasi mengenai pengepungan massa terhadap rumah Ahmad Bahar sangat berlebihan dan tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. Menurut Marcel, kedatangan perwakilan Satgas dilakukan secara persuasif untuk melakukan klarifikasi atau tabayun atas konten video yang dibuat oleh Ahmad Bahar. Konten tersebut dinilai melempar tantangan, fitnah, dan narasi ofensif yang merendahkan martabat Ketua Umum GRIB Jaya.
“Kedatangan tim bertujuan mengingatkan bahwa ruang publik harus diisi oleh fakta, bukan provokasi,” ujar Marcel dalam keterangannya pada Senin, 18 Mei 2026.
Langkah Hukum
Marcel menjelaskan bahwa kehadiran Satgas GRIB Jaya bukanlah tindakan tanpa dasar. Sebelum bergerak, Tim Hukum DPP GRIB Jaya telah menyelesaikan dokumen dan mengumpulkan bukti-bukti digital untuk dilaporkan ke pihak kepolisian. Langkah ini diambil sebagai respons atas tindakan doxing dan intimidasi siber yang dilakukan secara masif melalui sejumlah nomor asing di WhatsApp, yang menyebarkan konten ofensif Ahmad Bahar kepada orang-orang terdekat Hercules.
“Tindakan doxing dan teror digital ini telah kami catat secara detail dan saat ini sedang dipantau ketat oleh tim hukum untuk diproses secara pidana,” tegas Marcel.
Penggiringan Opini
Marcel juga mengecam keras upaya penggiringan opini yang menuduh organisasi melakukan tekanan fisik atau tindakan melawan hukum seperti penyanderaan. Ia menekankan bahwa sejak awal kedatangan tim di lokasi hingga proses koordinasi, seluruhnya dikawal dan didampingi langsung oleh Ketua RW setempat. Bahkan, aparat kepolisian hadir sebagai representasi aparat lingkungan dan untuk menghormati hukum.
“Kehadiran Ketua RW dan kepolisian menjadi bukti mutlak bahwa proses berjalan terbuka, transparan, dan sesuai prosedur sosial,” ujarnya.
Proses Klarifikasi
Marcel menyebut bahwa proses klarifikasi awal di rumah Ahmad Bahar berjalan kondusif dan terekam jelas dalam bukti video. Namun, untuk menjaga situasi lingkungan tetap tenang dan menghindari potensi gesekan atau tindakan anarkis dari pihak luar, Ahmad Bahar diminta hadir ke Kantor DPP GRIB Jaya untuk meluruskan narasinya secara langsung di hadapan Hercules.
Marcel mengaku pihaknya menyayangkan langkah Ahmad Bahar yang justru memilih melarikan diri, mematikan telepon genggam, dan tidak bertanggung jawab. “Ia justru mengutus putrinya untuk datang ke kantor DPP, bahkan sang anak sendiri mengaku kehilangan kontak dan tidak bisa menghubungi keberadaan ayahnya saat berada di kantor kami. Pihak-pihak terkait seharusnya sadar diri atas provokasi yang mereka mulai di media sosial, dan tidak bersembunyi di balik narasi seolah-olah menjadi korban (play victim),” tutur Marcel.
Permintaan Maaf
Lebih lanjut, Marcel mengungkapkan bahwa Hercules selaku Ketua Umum GRIB Jaya telah menerima permintaan maaf dari Ahmad Bahar. Hercules juga menginstruksikan seluruh anggota di Indonesia untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas, serta tidak melakukan aksi main hakim sendiri karena Indonesia adalah negara hukum.
“Namun demikian, DPP GRIB Jaya mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat bukan berarti bebas menghina, memfitnah, atau menyerang privasi orang lain (doxing). Pintu maaf secara personal tidak menghapus konsekuensi hukum,” tutur Marcel.
“DPP GRIB Jaya memastikan bahwa seluruh persoalan ini—baik konten provokasi maupun jaringan pelaku doxing—akan tetap dikawal secara tegas melalui mekanisme hukum formal di Kepolisian Republik Indonesia demi memberikan edukasi publik dan efek jera,” sambungnya.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya, rumah Ahmad Bahar di Cimanggis dilaporkan digeruduk massa dari GRIB Jaya pada akhir pekan lalu. Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi mengatakan peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Polsek Cimanggis melalui call center 110. Made mengungkapkan bahwa aksi penggerudukan itu dipicu konten yang dibuat Ahmad Bahar yang merugikan Hercules Rosario Marshal selaku Ketua Umum GRIB Jaya.
“Terkait konten yang di keluarga Bapak Ahmad Bahar yang merugikan Saudara Hercules yang menurut keterangan Bapak Ahmad Bahar handphone kena hacker,” ucap Made.
Made menyebut permasalahan tersebut juga telah diselesaikan secara kekeluargaan. Dalam musyawarah yang digelar di Polres Metro Depok pada Minggu malam, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. “Semalam sudah dibuat surat kesepakatan pernyataan bersama untuk berdamai di Polres Metro Depok,” kata Made.



