Pramono Anung Soroti Dampak Serangan Israel ke Iran Terhadap Stabilitas Harga di DKI Jakarta
Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyoroti serangan militer Israel ke Iran sebagai peristiwa yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi, khususnya di wilayah DKI Jakarta. Dalam pernyataannya, Pramono mengungkapkan kekhawatiran mendalam bahwa konflik di Timur Tengah ini dapat memicu lonjakan harga berbagai komoditas, terutama pangan, yang berdampak langsung pada masyarakat ibu kota.
Antisipasi Lonjakan Harga dan Langkah Pemantauan Ketat
Pemerintah, melalui koordinasi dengan kementerian terkait, telah menginstruksikan pemantauan ketat terhadap pasokan dan harga barang-barang kebutuhan pokok. Pramono menekankan pentingnya kewaspadaan dini untuk mencegah gejolak pasar yang tidak terkendali. Ia menyatakan bahwa situasi global saat ini, termasuk ketegangan antara Israel dan Iran, dapat mempengaruhi rantai pasokan internasional, sehingga diperlukan strategi antisipatif.
"Kami harus siap dengan segala skenario, termasuk kemungkinan gangguan impor atau fluktuasi harga global," ujar Pramono. Langkah-langkah yang diambil meliputi penguatan stok pangan nasional dan koordinasi dengan pelaku usaha untuk menjaga ketersediaan barang di pasar.
Dampak Potensial pada Ekonomi Lokal dan Respons Pemerintah
Serangan Israel ke Iran dinilai dapat memicu ketidakpastian di pasar energi dan komoditas, yang pada gilirannya berisiko meningkatkan biaya hidup di DKI Jakarta. Pramono mengingatkan bahwa ibu kota, sebagai pusat ekonomi, sangat rentan terhadap gejolak harga akibat ketergantungan pada pasokan dari luar daerah. Pemerintah berkomitmen untuk melindungi daya beli masyarakat melalui intervensi tepat waktu jika diperlukan.
Selain itu, dialog dengan asosiasi pedagang dan distributor telah digalakkan untuk memastikan transparansi harga. Pramono juga mendorong partisipasi aktif dari pemerintah daerah DKI dalam memantau situasi pasar secara real-time.
Imbauan kepada Masyarakat dan Proyeksi Ke Depan
Pramono Anung mengimbau masyarakat, khususnya di DKI Jakarta, untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang dapat memicu kepanikan belanja. Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki mekanisme cadangan untuk menstabilkan harga jika terjadi gangguan signifikan. "Kami akan terus memantau perkembangan konflik dan dampaknya pada ekonomi domestik," tambahnya.
Ke depan, pemerintah berencana memperkuat kebijakan ketahanan pangan dan diversifikasi sumber impor untuk mengurangi kerentanan terhadap gejolak global. Pramono berharap situasi di Timur Tengah dapat mereda agar tidak berdampak berkepanjangan pada perekonomian Indonesia, terutama di wilayah metropolitan seperti Jakarta.
