Pramono dan JK Pimpin Kerja Bakti Jaga Jakarta Bersih di Tengah Hujan
Pramono dan JK Pimpin Kerja Bakti di Tengah Hujan

Pramono dan JK Pimpin Kerja Bakti Jaga Jakarta Bersih di Tengah Hujan

Gubernur Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Palang Merah Indonesia Muhammad Jusuf Kalla (JK) memimpin kegiatan kerja bakti bertajuk Jaga Jakarta Bersih yang digelar serentak di seluruh wilayah Ibu Kota pada Minggu (8/8/2026) pagi. Meski diguyur hujan, kedua tokoh tersebut tetap melanjutkan aksi bersih-bersih yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah.

Partisipasi Massal 171.134 Orang

Kegiatan gotong royong ini berpusat di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, dengan pelaksanaan serentak di seluruh wilayah DKI Jakarta. Pramono mengungkapkan bahwa total partisipan yang terlibat mencapai 171.134 orang dari berbagai elemen, termasuk:

  • Unsur pemerintah daerah
  • Anggota TNI dan Polri
  • Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
  • Masyarakat umum

Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga turun langsung ke lapangan, dengan Pangdam Jaya berada di Jakarta Utara dan Kapolda Metro Jaya beserta jajarannya ikut serta dalam aksi ini.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Program Rutin untuk Jakarta yang Lebih Nyaman

Pramono menjelaskan bahwa program Jaga Jakarta Bersih merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sebelumnya. Ia menegaskan bahwa kegiatan serupa akan menjadi agenda rutin untuk menciptakan lingkungan Ibu Kota yang lebih nyaman dan aman bagi seluruh warganya.

"Bagi Jakarta, kegiatan seperti ini akan dilakukan secara rutin karena kita memang ingin membuat Jakarta lebih nyaman, lebih aman," tegas Gubernur Jakarta usai mengikuti kerja bakti.

JK Tekankan Tanggung Jawab Bersama Cegah Banjir

Sementara itu, Jusuf Kalla menekankan bahwa menjaga kebersihan Jakarta merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga. Mantan Wakil Presiden ini menilai bahwa membantu pemerintah dalam menjaga lingkungan pada dasarnya juga berarti menjaga kepentingan masyarakat sendiri.

"Kita ini warga Jakarta. Harus bertanggung jawab dan bekerja untuk kebersihan kota kita. Jadi kita membantu Gubernur, berarti membantu diri sendiri," ujar JK.

JK juga menyoroti persoalan banjir yang kerap melanda Ibu Kota. Menurutnya, banjir terjadi karena volume air yang masuk lebih besar dibandingkan dengan air yang keluar. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya membersihkan sungai, gorong-gorong, dan saluran air sebagai langkah pencegahan.

"Banjir itu, air yang masuk lebih banyak daripada yang keluar. Jalan keluarnya di sungai-sungai, gorong-gorong, selokan. Itu yang harus dibersihkan supaya air itu begitu datang dia keluar," pungkas Ketua PMI tersebut.

Kegiatan kerja bakti serentak ini menunjukkan komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan Jakarta yang lebih bersih dan bebas dari ancaman banjir, meski harus dijalankan dalam kondisi cuaca yang kurang mendukung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga