Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Lawatan ke Asia, Perkenalkan Jakarta di Panggung Global
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah menjalani rangkaian lawatan luar negeri ke beberapa negara dan kota di Asia. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan Jakarta di tingkat global dan membuka peluang kerja sama internasional.
Rute Lawatan dan Tujuan Strategis
Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, lawatan dimulai dari Taiwan, kemudian dilanjutkan ke Shenzhen di China, sebelum bertolak ke Jeju di Korea Selatan, dan ditutup di Kyoto, Jepang. Rano menjelaskan bahwa Pramono dijadwalkan menjadi pembicara di University of Kyoto untuk membahas tentang Jakarta.
"Ada empat negeri yang beliau kunjungi karena memang pertama adalah ke China, kemudian ke Korea, dan terakhir ke Kyoto. Beliau sebagai pembicara di Kyoto, di University of Kyoto tentang Jakarta. Itulah makanya beliau berangkat," ujar Rano di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Kehadiran Pramono dalam forum tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi Jakarta di panggung internasional. Meskipun topik spesifik yang dibahas belum dirinci secara detail, lawatan ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas dan menarik investasi asing.
Jadwal dan Rencana Kepulangan
Rano menambahkan bahwa lawatan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga akhir April, dengan rencana kepulangan pada tanggal 29 April 2026. "Tanggal 29 (April) kembali," jelas Rano. Ini menunjukkan komitmen Pramono untuk segera kembali memimpin Jakarta setelah menyelesaikan misi diplomatiknya.
Konteks Kebijakan Terkait BBM Nonsubsidi
Sebelumnya, Pramono Anung telah menyampaikan tanggapan terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku per Sabtu 18 April 2026. Dia menyebut bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah menyiapkan terobosan agar masyarakat pengguna BBM nonsubsidi beralih ke transportasi umum.
"Pemerintah DKI Jakarta akan melakukan terobosan agar orang yang menggunakan BBM nonsubsidi ini makin berkurang dengan cara mereka untuk mau naik transportasi umum," kata Pramono dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin 20 April 2026.
Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta sepenuhnya mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait kenaikan harga BBM dan tidak akan memberikan subsidi kepada pengguna. Hal ini menunjukkan fokus pada solusi berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi.
Implikasi dan Harapan ke Depan
Lawatan ini diharapkan tidak hanya memperkenalkan Jakarta sebagai destinasi investasi dan pariwisata, tetapi juga membangun jaringan kerja sama di bidang teknologi, infrastruktur, dan budaya. Dengan menghadiri forum internasional, Pramono berupaya memposisikan Jakarta sebagai kota global yang kompetitif dan inovatif.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta melalui kolaborasi lintas negara.



