Serangan di Selat Hormuz
Seoul – Sebuah kapal kargo milik Korea Selatan (Korsel) yang bernama HMM Namu menjadi sasaran serangan pesawat tak dikenal di perairan Selat Hormuz. Insiden ini dikonfirmasi langsung oleh Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pada Minggu, 10 Mei 2026.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa Iran telah menembaki kapal yang berbendera Panama tersebut. Trump mendesak Korea Selatan untuk bergabung dalam operasi Amerika Serikat yang bertujuan memulihkan pelayaran normal melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perdagangan global.
Kronologi Kejadian
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel, Park Il, dalam konferensi pers menjelaskan bahwa dua pesawat tak dikenal menghantam pelat luar tangki pemberat sisi kiri di bagian buritan HMM Namu. Serangan terjadi dengan interval sekitar satu menit, menyebabkan api dan asap membubung tinggi.
Park tidak menyebutkan jenis pesawat yang terlibat. Ia hanya menyatakan bahwa pesawat-pesawat tersebut terekam dalam rekaman CCTV, namun terdapat keterbatasan dalam mengidentifikasi jenis pasti, asal peluncuran, dan ukuran fisik objek tersebut.
Bantahan Iran
Pemerintah Iran dengan tegas membantah bertanggung jawab atas serangan ini. Kedutaan Besar Iran untuk Korea Selatan memposting pernyataan di situs webnya yang menyatakan mereka dengan tegas menolak dan secara kategoris membantah tuduhan apa pun mengenai keterlibatan pasukan Iran dalam insiden tersebut.
Sebagai langkah diplomatik, Duta Besar Iran untuk Korea Selatan dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Korsel untuk memberikan penjelasan resmi mengenai posisi Teheran terkait temuan awal penyelidikan.



