Prabowo: Londo Ireng Masih Ada, Kini Berkedok Wartawan dan LSM
Prabowo: Londo Ireng Masih Ada, Kini Berkedok Wartawan dan LSM

Presiden RI Prabowo Subianto kembali melontarkan kritik tajam terhadap pihak-pihak yang ia sebut sebagai 'londo ireng' di era modern. Istilah yang merujuk pada pribumi yang berkhianat dan membantu penjajah Belanda pada masa kolonial itu, menurut Prabowo, masih eksis hingga kini dengan wajah yang berbeda.

Prabowo Singgung Londo Ireng Berkedok Profesi Tertentu

Dalam pidatonya di Puncak Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7), Prabowo menyatakan bahwa 'londo ireng' sekarang menyamar dengan profesi tertentu. "Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis apa itu? pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?" ujar Prabowo, seperti dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo menegaskan bahwa sejak zaman penjajahan, sudah ada orang Indonesia yang tidak patriotik dan justru mengabdi kepada bangsa lain. Ia mengajak masyarakat untuk kritis terhadap pihak-pihak yang mungkin bekerja untuk kepentingan asing.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sindir Media yang Dianggap Menafikan Perbaikan Sekolah

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyindir media yang ia anggap sengaja menonjolkan sisi negatif pemerintah. Ia menyebut pemerintahannya telah merenovasi sekitar 67 ribu lebih bangunan sekolah di Indonesia, dan tahun depan menargetkan perbaikan hingga 100 ribu sekolah. "Yang sekian belas tahun tidak disentuh. Saudara-saudara, ada juga media-media yang... ya kan? Walaupun kita sudah perbaiki 67 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia foto besar, taruh di halaman pertama, aduh," keluhnya.

Meski begitu, Prabowo enggan menyebutkan nama media yang dimaksud. Ia hanya menduga publik sudah mengetahuinya. "Dia kira kita nggak ngerti, saya nggak sebutlah media mana itu. Kalau saya sebut, ya.. pada saatnya akan saya sebut. Kalian sudah tahulah. Kita negara demokrasi. Kita tidak anti-kritik. Tapi kita bukan anak kecil," ucapnya.

Kampanye Indonesia Akan Runtuh Dinilai Gagal

Prabowo juga menyinggung adanya pihak yang mengampanyekan Indonesia akan runtuh atau collapse. Ia mengatakan prediksi itu selalu meleset dan Indonesia justru semakin kuat. "Jadi Saudara-saudara, kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah. Indonesia akan kolaps, Bulan April akan kolaps eh, April lewat enggak kolaps, Bulan Mei akan kolaps. Bulan Mei lewat enggak kolaps. Bulan Juni akan kolaps, Bulan Juli akan kolaps. Tiap bulan akan kolaps," ujar dia.

Pernyataan ini disampaikan Prabowo di hadapan ribuan kader PKB yang hadir dalam acara tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk terus membangun dan tidak terpengaruh oleh kritik yang dianggap tidak konstruktif.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga