Presiden RI Prabowo Subianto menuding adanya kampanye besar yang bertujuan untuk menggoyahkan Indonesia. Dalam pidatonya di acara Harlah ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta, Kamis (23/7), ia menyebut ada pihak yang secara rutin memprediksi Indonesia akan jatuh alias kolaps setiap bulan.
"Kita paham ada kampanye besar untuk kita goyah, Indonesia akan kolaps bulan April akan kolaps, bulan Mei akan kolaps, Mei lewat enggak kolaps, Juni akan kolaps, Juli akan kolaps, tiap bulan akan kolaps," kata Prabowo di hadapan para kader PKB.
Analogi Sepak Bola
Dalam pidatonya, Prabowo menganalogikan kehidupan bernegara dengan pertandingan sepak bola. Menurutnya, hubungan antara pendukung dan tim idealnya adalah dukungan penuh, bukan cemoohan. Ia mengaku heran jika ada pendukung yang justru mencemooh timnya sendiri.
"Ini supporter macam apa, gendeng itu," ujarnya, merujuk pada pihak-pihak yang terus-menerus meramalkan kehancuran Indonesia.
Prediksi yang Meleset
Pernyataan serupa sebelumnya juga disampaikan Prabowo dalam acara panen raya bersama TNI di Malang pada Jumat (17/7). Saat itu, ia menegaskan bahwa ramalan-ramalan yang menyebut Indonesia akan collapse selalu meleset.
"Tiap bulan Indonesia akan collapse, Juni collapse, ini udah Juli. Juli collapse, collapse saja mikirnya, mikir collapse ya. Biarin aja," kata Prabowo, menunjukkan keyakinannya bahwa Indonesia tetap kokoh meskipun ada upaya untuk menggoyahkan stabilitas negara.
Pernyataan ini menegaskan sikap pemerintah dalam menghadapi berbagai isu negatif yang beredar di masyarakat. Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap optimis dan tidak mudah terpengaruh oleh kampanye pesimistis yang dinilai tidak berdasar.



