Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira menegaskan bahwa pernyataan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengenai kader yang meninggalkan partai tidak akan menjadi besar adalah berdasarkan pengalaman pribadi Pramono selama berpolitik. Hal ini disampaikan Andreas menanggapi pernyataan Pramono dalam acara pelantikan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Indonesia di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Pernyataan Pramono Berangkat dari Pengalaman
"Pramono Anung bicara berdasarkan pengalaman," kata Andreas saat dihubungi, Kamis (23/7/2026). Ia menjelaskan bahwa Pramono adalah politikus senior yang telah menduduki berbagai jabatan penting di eksekutif dan legislatif, serta telah melewati banyak fase penting bersama PDIP. "Di mana banyak rekan-rekan yang sebelumnya berjalan seiring, berjuang bersama, kemudian meninggalkan PDI Perjuangan," ucap Andreas.
Andreas mengungkapkan bahwa para kader yang meninggalkan PDIP memiliki cara yang berbeda-beda. "Dari mereka tersebut ada yang pergi dengan baik-baik, ada yang pergi diam-diam, ada yang pergi sambil menusuk dari belakang. Dan dari pengalaman-pengalaman tersebut, benar apa yang disampaikan oleh Mas Pram, tidak ada yang jadi besar, ada yang tenggelam dalam dinamika politik, bahkan ada yang lebih tragis," ujar dia.
Pramono Ungkit Perjalanan PKB dan Cak Imin
Dalam sambutannya di acara PKB, Pramono Anung mengawali dengan mengenang hubungan lamanya dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Ia mengatakan bahwa mereka sering bersama dalam forum diskusi saat gerakan mahasiswa 1998. "Yang pertama, saya akan memulai peristiwa di tahun 1999 sampai 2004. Bahkan sebelum itu, saya dengan Cak Imin, dulu masih dipanggil Cak Imin, sekarang sudah Ketum, ketika gerakan mahasiswa '98, kami berdua sering bersama-sama dalam berbagai forum diskusi yang ada," kata Pramono.
Pramono mengakui perjalanan Cak Imin dalam memimpin partai penuh tantangan, di mana kursi PKB di DPR pernah hanya 28 kursi. "Saya termasuk yang mengikuti betapa hebatnya Ketua Umum PKB ini dari tahun 2005 sampai sekarang main roller coaster, naik-turun. Pernah tiba-tiba kursinya 28," kata Pramono. "Tetapi beliaulah yang kemudian dengan gigih membangun partai ini. Dan sekarang ini pada puncaknya, 68 kursi. Bahkan lebih tinggi ketika tahun '99, ketika itu 52 kursi kalau tidak salah," tambahnya.
Pesan Pramono: Tak Ada yang Jadi Besar Setelah Tinggalkan Partai
Pramono kemudian menyampaikan pesan yang menjadi sorotan. Ia mengaku sempat berbisik dengan Cak Imin mengenai fenomena kader yang meninggalkan partai. "Tadi saya bisik-bisik sama beliau, 'Cak, hafal nggak? Semua orang yang meninggalkan partainya, nggak pernah ada yang menjadi besar.' Di PDI Perjuangan ada, di PKB juga ada," sambungnya.
Pernyataan ini mendapat tanggapan dari PDIP yang membenarkan bahwa pengalaman Pramono memang menunjukkan hal tersebut. Andreas menambahkan bahwa pernyataan Pramono tidak dimaksudkan untuk menyerang pihak tertentu, melainkan sebagai refleksi dari perjalanan politik yang panjang.



