PDIP Turun Tangan Mediasi Konflik Panas Bupati dan Wakil Bupati Lebak
Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira secara resmi menyoroti ketegangan yang memanas antara Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupatinya Amir Hamzah. Kedua pejabat ini telah terlibat dalam aksi saling sindir yang menjadi perbincangan hangat di ruang publik. Sebagai partai yang mengusung pasangan ini dalam Pilkada Lebak 2024, PDIP merasa perlu turun tangan untuk meredakan situasi.
"DPP Bidang Pemerintahan akan mengundang mereka untuk dipertemukan. Tujuannya agar tidak ada lagi pembuangan waktu dan energi hanya untuk saling sindir di depan publik," tegas Andreas saat berbicara kepada para wartawan pada Selasa, 31 Maret 2026. Dia menegaskan bahwa seharusnya fokus utama kedua pejabat adalah pelayanan optimal kepada masyarakat Kabupaten Lebak.
Akar Konflik: Sindiran Soal Masa Lalu dan Pencapaian Politik
Konflik ini dipicu oleh pernyataan Bupati Hasbi Asyidiki yang menyinggung latar belakang Amir Hamzah sebagai mantan narapidana dalam sebuah acara halalbihalal di lingkungan Pemkab Lebak. Amir yang merasa sangat terhina menanggapi pernyataan tersebut sebagai bentuk penghinaan pribadi yang tidak pantas.
"Ketika dia (Hasbi) menyebut, misalkan, si Amir mantan narapidana 'uyuhan geus jadi wakil bupati geh' (masih mending mantan napi jadi wakil bupati juga). Itu jelas penghinaan pribadi, makanya saya spontan bangkit ingin memperingatkannya," ujar Amir dengan nada kesal. Dia menegaskan bahwa komentar Hasbi sama sekali tidak berkaitan dengan tugasnya sebagai wakil bupati dan murni bersifat personal.
Amir juga mengkritik sikap Bupati Hasbi dengan menyatakan bahwa perilaku seperti itu justru dapat merugikan Hasbi sendiri secara politik. "Menurut saya, sikap demikian itu merugikan secara politik, merugikan sang bupati," tambahnya.
Balasan Sindiran: Mengungkit Kegagalan Legistlatif dan Peran Orang Tua
Tidak tinggal diam, Amir Hamzah membalas dengan menyindir Hasbi Asyidiki yang gagal terpilih sebagai anggota DPR pada Pemilihan Legislatif sebelumnya. Dia juga mengungkit bahwa kemenangan Hasbi dalam Pilkada Lebak tidak lepas dari andil dan dukungan orang tuanya, Mulyadi Jayabaya atau yang dikenal dengan panggilan JB.
"Bupati harus ingat, jangan merasa menang karena usahanya sendiri. Harus diingat, Bupati sebelumnya kalah saat mencalonkan diri sebagai anggota DPR. Kemenangan dalam pilkada ini juga ada faktor JB (Jayabaya) dan tentu saja saya," tegas Amir, memperuncing konflik yang sudah memanas.
Diketahui bahwa Bupati Lebak Hasbi Asyidiki merupakan kader aktif PDIP, sehingga konflik internal ini menjadi perhatian serius dari partai. Andreas Hugo Pareira kembali menekankan bahwa energi dan waktu seharusnya dialihkan untuk fokus mengurus kepentingan publik di Lebak, bukan untuk pertikaian yang tidak produktif.
Rencana pertemuan mediasi yang diinisiasi oleh PDIP Bidang Pemerintahan diharapkan dapat menjadi solusi untuk meredakan ketegangan dan mengembalikan fokus kepemimpinan pada pembangunan daerah. Situasi ini juga menarik perhatian Pemprov Banten yang turut memanggil Bupati Lebak terkait kasus saling sindir ini.



