Obama Tanggapi dengan Tenang Kontroversi Video Rasis yang Menggambarkannya Sebagai Monyet
Mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama memberikan respons yang kalem setelah akun media sosial milik Presiden Donald Trump mengunggah video rasis yang menggambarkan dirinya dan istrinya, Michelle Obama, seperti monyet. Insiden ini langsung memicu gelombang kritik keras dari berbagai kalangan, termasuk dari dalam partai Republik sendiri.
Kontroversi Video yang Memicu Kemarahan Luas
Video kontroversial tersebut diunggah di platform Truth Social milik Trump pada pertengahan Februari 2026. Dalam video tersebut, terdapat klip yang secara jelas menggambarkan keluarga Obama dengan karakteristik yang merendahkan dan rasis, diiringi lagu The Lion Sleeps Tonight. Konten tersebut juga menyertakan klaim tidak berdasar tentang kecurangan dalam pemilihan umum tahun 2020.
Reaksi terhadap unggahan ini datang dengan cepat dan keras. Senator Tim Scott, satu-satunya senator Republik berkulit hitam, menyebutnya sebagai "hal paling rasis yang pernah saya lihat dari Gedung Putih ini". Banyak politisi dari kedua partai, Demokrat dan Republik, mengutuk konten tersebut sebagai bentuk rasisme yang tidak dapat diterima.
Pembelaan Gedung Putih dan Penghapusan Konten
Gedung Putih awalnya mencoba membela unggahan tersebut dengan menyebut reaksi negatif sebagai "kemarahan palsu". Namun, tekanan publik yang semakin besar akhirnya membuat pihak istana kepresidenan menyalahkan insiden ini pada seorang anggota staf. Video tersebut kemudian dihapus dari akun media sosial Trump, meskipun dampaknya telah menyebar luas.
Ketika ditanya oleh wartawan tentang bagian video yang menampilkan keluarga Obama, Trump mengaku "tidak melihat" konten tersebut. Dia juga dengan tegas menolak untuk meminta maaf, dengan menyatakan "Saya tidak membuat kesalahan" ketika ditanya tentang kemungkinan permintaan maaf.
Respons Tenang Obama dalam Podcast
Barack Obama akhirnya memberikan tanggapannya dalam wawancara podcast dengan pembawa acara liberal Brian Tyler Cohen yang dirilis pada 14 Februari 2026. Dalam percakapan selama 47 menit tersebut, Cohen secara khusus menyinggung unggahan Trump di antara berbagai kontroversi terbaru.
Obama merespons dengan sikap yang sangat terkendali. "Penting untuk menyadari bahwa mayoritas rakyat Amerika menganggap perilaku ini sangat mengganggu. Memang benar bahwa hal itu menarik perhatian. Memang benar bahwa itu mengalihkan perhatian," ujar mantan presiden kulit hitam pertama AS itu.
Dia melanjutkan dengan menyindir fenomena media sosial yang menurutnya telah kehilangan kesopanan. "Ada semacam pertunjukan badut yang terjadi di media sosial dan televisi. Dan yang benar adalah tampaknya tidak ada rasa malu tentang hal ini di antara orang-orang yang dulu merasa bahwa Anda harus memiliki semacam kesopanan dan rasa pantas serta rasa hormat terhadap jabatan, bukan? Itu telah hilang," tambah Obama tanpa menyebut nama Trump secara langsung.
Percakapan yang Lebih Luas tentang Isu Nasional
Selama wawancara podcast tersebut, Obama tidak hanya membahas kontroversi video rasis. Dia juga berbicara tentang berbagai isu penting lainnya yang dihadapi Amerika Serikat:
- Memuji para demonstran yang melakukan unjuk rasa damai menentang operasi imigrasi
- Membahas penataan ulang daerah pemilihan dan implikasinya terhadap demokrasi
- Berbicara tentang perpustakaan kepresidenannya yang akan dibuka di Chicago pada tahun berikutnya
- Menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai kesopanan dan keramahan dalam kehidupan publik
Obama menekankan bahwa dalam perjalanannya keliling Amerika, dia masih bertemu dengan banyak warga yang memegang teguh nilai-nilai kesopanan, keramahan, dan kebaikan. Pesan ini menjadi kontras yang tajam dengan kontroversi video rasis yang baru saja terjadi.
Insiden ini mengingatkan pada sejarah panjang karikatur rasis yang membandingkan orang kulit hitam dengan monyet, sebuah praktik yang telah lama dikutuk oleh masyarakat yang beradab. Klip dalam video Trump tersebut ternyata diambil dari unggahan di platform X yang sebelumnya dibagikan oleh pembuat meme konservatif bernama Xerias pada bulan Oktober.