Gubernur Jateng Tawarkan Potensi Investasi ke Pengusaha India, Bidang Ekonomi Hijau Jadi Andalan
Jateng Tawarkan Investasi ke India, Ekonomi Hijau Jadi Andalan

Gubernur Jateng Buka Peluang Investasi Lebih Luas untuk Pengusaha India

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi menawarkan peningkatan investasi dan peluang investasi baru kepada para pengusaha asal India. Penawaran ini didasarkan pada sejumlah potensi besar yang dimiliki Provinsi Jawa Tengah yang siap dikembangkan oleh para investor dari berbagai belahan dunia.

Kunjungan Kehormatan Dubes India ke Kantor Gubernur

Tawaran investasi tersebut disampaikan langsung oleh Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, di kantornya pada Kamis, 19 Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, Dubes India tidak datang sendirian, melainkan didampingi oleh sejumlah pengusaha asal India yang telah memulai langkah investasi mereka di Indonesia.

"Jawa Tengah adalah provinsi yang ramah untuk berinvestasi," tegas Luthfi dalam keterangan tertulisnya. Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi para investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Posisi Investasi India dan Sektor Unggulan yang Ditawarkan

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Luthfi membeberkan data bahwa investasi India di Jawa Tengah saat ini menempati urutan ke-17 dengan total realisasi investasi mencapai Rp 646,52 miliar. Realisasi investasi ini tersebar di beberapa sektor utama, antara lain:

  • Industri tekstil: sekitar 62%
  • Hotel dan restoran: 16%
  • Perdagangan dan reparasi: sekitar 12%
  • Industri kayu: 4%
  • Industri dan sektor lainnya

Lebih lanjut, Luthfi secara khusus menawarkan peluang investasi baru di berbagai sektor yang dianggap prospektif, terutama:

  1. Ekonomi hijau (green economy)
  2. Tenaga medis
  3. Industri garmen yang bersifat padat karya

Investasi baru ini sangat diharapkan dapat segera terlaksana guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,37%. Pertumbuhan ekonomi yang positif ini juga diikuti dengan penurunan angka kemiskinan menjadi 9,39%.

Respon Positif dari Dubes India dan Rencana Investasi Mendatang

Di sisi lain, Duta Besar India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty menyampaikan bahwa pemerintah India dan para pengusaha asal India sangat tertarik untuk berinvestasi di Jawa Tengah. Daya tarik utama terletak pada kesamaan antara India dan Indonesia, khususnya Jawa Tengah, yang sama-sama memiliki jumlah penduduk yang besar.

"Saya mengapresiasi terkait iklim investasi di Jawa Tengah yang stabil, termasuk dalam hal sosial dan ekonomi. Perusahaan kami sangat bahagia di Jawa Tengah, seperti di rumah sendiri," ungkap Sandeep.

Lebih menarik lagi, Sandeep menambahkan bahwa sekitar Agustus 2026 mendatang akan dilakukan groundbreaking untuk salah satu perusahaan asal India di Jawa Tengah. Nilai investasi perusahaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$ 30 juta.

Capain Investasi Jateng dan Dampaknya bagi Tenaga Kerja

Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, nilai realisasi investasi Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai Rp 88,50 triliun. Angka ini terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 50,86 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 37,64 triliun.

Pencapaian ini menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir dan membawa dampak positif yang signifikan. Dari total nilai investasi tersebut, tercatat sebanyak 105.078 proyek yang berhasil direalisasikan, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.

Dengan berbagai potensi dan iklim investasi yang semakin kondusif, Jawa Tengah terus berupaya menarik lebih banyak investor asing, termasuk dari India, untuk bersama-sama membangun perekonomian yang lebih maju dan berkelanjutan di masa depan.