Kapal Nelayan KM Marina Terbakar di Perairan Cilegon, 1 ABK Meninggal Dunia
Kapal Nelayan Terbakar di Cilegon, 1 ABK Tewas

Kapal Nelayan KM Marina Terbakar di Perairan Pulau Ular, Cilegon: Satu ABK Tewas

Sebuah insiden kebakaran kapal nelayan terjadi di perairan Pulau Ular, Ciwandan, Cilegon, pada Kamis (19/2) pagi sekitar pukul 08.36 WIB. Kapal yang terbakar adalah KM Marina 7, dan peristiwa ini mengakibatkan satu awak buah kapal (ABK) meninggal dunia.

Kronologi Kejadian dan Evakuasi Korban

Laporan awal mengenai kebakaran ini diterima dari kapal MV Glory Majesty, yang melaporkan kepulan asap di sisi kiri KM Marina 7 kepada VTS Merak pada pukul 08.36 WIB. Kejadian berlangsung di koordinat 05°57.090" LS dan 105°54.547" BT, sekitar 19,60 nautical mile dari Dermaga Carita.

Pada pukul 08.42 WIB, kapal MV Vianca melaporkan bahwa kapal nelayan KM Sumber Sejati bergerak mendekati lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap awak KM Marina 7. Selanjutnya, pada pukul 08.58 WIB, KMP Portlink V mengonfirmasi bahwa seluruh 16 awak kapal telah dievakuasi dan dibawa menuju Dermaga Lanal Banten.

Dari total 16 orang yang dievakuasi, 15 di antaranya selamat, sementara satu orang dinyatakan meninggal dunia. Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menyatakan bahwa data korban masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh petugas terkait.

Upaya Penanganan dan Investigasi

Petugas Basarnas Banten melakukan koordinasi intensif dengan VTS Merak untuk menangani insiden ini. Pada pukul 09.45 WIB, tim SAR mengerahkan RIB 02 Banten menuju lokasi kejadian, sementara Unit Siaga SAR Merak bergerak ke Dermaga Lanal Banten untuk penanganan lanjutan terhadap para korban.

Kondisi cuaca saat kejadian dilaporkan berawan dan relatif mendukung proses evakuasi. Namun, penyebab kebakaran KM Marina 7 masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Basarnas Banten terus memantau situasi untuk memastikan keamanan dan keselamatan di perairan tersebut.

Insiden ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dalam operasi maritim, terutama di wilayah perairan yang ramai seperti Cilegon. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan setiap kejadian darurat kepada otoritas terkait.