Netanyahu Perintahkan Siaga Maksimum Komando Israel untuk Persiapan Perang Lawan Iran
Netanyahu Perintahkan Siaga Maksimum untuk Perang Lawan Iran

Netanyahu Perintahkan Komando Israel 'Siaga Maksimum' untuk Persiapan Perang Lawan Iran

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah mengeluarkan instruksi tegas kepada Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel untuk bersiap menghadapi potensi perang melawan Iran. Kondisi "siaga maksimum" telah ditetapkan di berbagai badan keamanan negara tersebut, menandakan eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Laporan Media Israel dan Arahan Netanyahu

Menurut laporan surat kabar Israel, Yedioth Ahronoth, yang dikutip oleh Anadolu Agency pada Kamis (19/2/2026), Netanyahu telah memberikan arahan kepada berbagai badan penyelamat dan Komando Pertahanan Dalam Negeri untuk mempersiapkan diri menghadapi konflik bersenjata. Laporan tersebut menyebutkan bahwa keadaan siaga maksimum telah diumumkan secara resmi pada Rabu (18/2) malam, tanpa memberikan detail lebih lanjut tentang langkah-langkah spesifik yang diambil.

Secara terpisah, televisi lokal KAN melaporkan bahwa rapat kabinet keamanan Israel, yang semula dijadwalkan pada Kamis (19/2) untuk membahas perkembangan situasi terkait Iran, telah dijadwalkan ulang menjadi Minggu (21/2) mendatang. Tidak ada penjelasan resmi mengenai alasan penundaan ini, yang menambah spekulasi tentang urgensi situasi.

Penilaian Intelijen dan Ancaman Rudal Iran

Yedioth Ahronoth dalam laporannya mengungkapkan bahwa penilaian intelijen Israel menunjukkan Presiden AS Donald Trump cenderung untuk melancarkan serangan militer skala besar terhadap Iran dalam waktu dekat. Hal ini didasarkan pada penolakan Teheran terhadap tuntutan Amerika Serikat dalam negosiasi yang sedang berlangsung. Pemerintahan Trump meyakini bahwa Iran berusaha mengulur waktu dan menipu Amerika Serikat.

Lebih lanjut, surat kabar tersebut melaporkan bahwa Israel meyakini situasi semakin genting. Asumsi yang berlaku dalam konsultasi keamanan terbatas yang digelar Netanyahu adalah bahwa Iran akan meluncurkan rudal ke Tel Aviv, bahkan jika militer Israel tidak ikut serta dalam serangan AS. Media lokal Israel Hayom, mengutip sumber-sumber anonim, menambahkan bahwa jika AS melancarkan serangan skala besar, kemungkinan Iran membalas dengan menyerang Tel Aviv menggunakan rudal jarak jauh sangat tinggi.

Pernyataan Mantan Pejabat dan Peningkatan Kesiapsiagaan

Mantan kepala Direktorat Intelijen Militer Israel, Amos Yadlin, pada Rabu (18/2) menyatakan, "Kita jauh lebih dekat dengan serangan daripada sebelumnya." Pernyataan ini memperkuat kesan bahwa tenggat waktu untuk konflik semakin menyempit. Laporan Yedioth Ahronoth juga mencatat bahwa setelah pembicaraan selama dua minggu dan sebelumnya sekitar satu bulan, sekarang ada indikasi bahwa jangka waktu diukur hanya dalam beberapa hari.

Menurut laporan CNN Arabic yang mengutip dua sumber anonim, Israel telah meningkatkan kesiapsiagaan pasukannya dan memperkuat persiapan militer. Hal ini dilakukan karena indikasi semakin kuat bahwa serangan terkoordinasi dengan AS terhadap Iran mungkin akan segera terjadi. Langkah-langkah ini mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang potensi eskalasi konflik yang dapat melibatkan langsung negara-negara di kawasan.

Dengan instruksi siaga maksimum dari Netanyahu, Israel tampaknya bersiap untuk skenario terburuk dalam hubungannya dengan Iran. Situasi ini terus dipantau secara ketat oleh komunitas internasional, mengingat dampak luas yang dapat ditimbulkan oleh konflik terbuka antara kedua negara.