Klaim Prabowo Hentikan Makan Bergizi Gratis Ternyata Hoaks, Ini Faktanya
Klaim Prabowo Hentikan Makan Bergizi Gratis Ternyata Hoaks (30.03.2026)

Klaim Prabowo Hentikan Makan Bergizi Gratis Ternyata Hoaks, Ini Faktanya

Sebuah narasi yang beredar luas di media sosial mengklaim bahwa Presiden Prabowo Subianto siap menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika rakyat merasa tidak bahagia. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut terbukti tidak benar dan termasuk dalam kategori hoaks yang menyesatkan publik.

Asal Muasal Narasi yang Menyesatkan

Narasi ini pertama kali muncul dan disebarkan oleh beberapa akun Facebook pada tanggal 22 Maret 2025. Salah satu akun tersebut menulis pernyataan yang mengindikasikan bahwa Prabowo akan membatalkan program MBG sebagai respons terhadap ketidakbahagiaan rakyat. Penyebaran informasi ini dengan cepat viral, menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat yang mengandalkan program tersebut untuk kebutuhan gizi.

Tim Cek Fakta Kompas.com telah melakukan verifikasi terhadap klaim ini dan menemukan bahwa tidak ada pernyataan resmi atau bukti yang mendukung narasi tersebut. Program Makan Bergizi Gratis, yang merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, tetap berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Dampak Hoaks dan Pentingnya Verifikasi

Hoaks seperti ini dapat menimbulkan keresahan sosial dan merusak kepercayaan publik terhadap kebijakan pemerintah. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya, terutama yang berkaitan dengan program-program nasional yang vital seperti MBG. Media sosial sering menjadi sarana penyebaran berita palsu, sehingga kewaspadaan dan literasi digital menjadi kunci untuk mencegah dampak negatifnya.

Dalam konteks ini, Tim Cek Fakta Kompas.com menegaskan bahwa narasi tentang penghentian program MBG oleh Prabowo adalah tidak akurat. Pemerintah tetap berkomitmen untuk melanjutkan program ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup rakyat Indonesia melalui akses pangan bergizi yang lebih baik.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga