Jokowi dan Gibran Pulang Bersama Usai Diskusi Panjang dengan Prabowo di Istana Merdeka
Pertemuan tertutup yang digelar Presiden Prabowo Subianto dengan para mantan presiden dan wakil presiden di Istana Merdeka, Jakarta, berlangsung cukup lama, yaitu sekitar tiga setengah jam. Acara yang diselenggarakan pada Selasa (3/3/2026) malam itu baru berakhir menjelang tengah malam.
Momen Keakraban Ayah dan Anak Setelah Rapat Elite
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, para mantan pemimpin negara mulai meninggalkan kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 23.10 WIB. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang turut hadir dalam pertemuan tersebut keluar dari Istana Merdeka tak lama kemudian, tepatnya pada pukul 23.13 WIB.
Yang menarik perhatian adalah Gibran kemudian pulang menggunakan mobil yang sama dengan ayahnya, yaitu Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi. Momen keakraban antara ayah dan anak ini terekam jelas setelah diskusi panjang yang membahas berbagai isu strategis.
Urutan Keberangkatan dari Istana Merdeka
Awalnya, Jokowi keluar dari Istana Merdeka bersama dengan dua mantan wakil presiden, yaitu Boediono (Wapres ke-11 RI) dan Ma'ruf Amin (Wapres ke-13 RI). Mereka juga didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Gibran tampak menyusul di belakang rombongan tersebut.
Tak berapa lama kemudian, mobil yang membawa Jokowi tiba di depan istana. Sebelum memasuki kendaraan, Jokowi terlebih dahulu bersalaman dengan Boediono, Ma'ruf Amin, dan Seskab Teddy sebagai bentuk penghormatan. Presiden ketujuh RI itu lalu naik ke mobil dan mengambil posisi di sisi kiri.
Setelah ayahnya duduk, Gibran pun ikut menaiki mobil yang sama dan duduk di sisi kanan. Keduanya kemudian berangkat bersama menggunakan satu kendaraan, meninggalkan Istana Merdeka. Setelah kepergian Jokowi dan Gibran, para mantan wakil presiden lainnya juga mulai meninggalkan lokasi pertemuan.
Tujuan dan Agenda Pertemuan Tertutup
Pertemuan yang digelar secara tertutup ini dihadiri tidak hanya oleh mantan presiden dan wakil presiden, tetapi juga oleh sejumlah tokoh nasional lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan beberapa pokok pembahasan terkait perkembangan situasi global maupun domestik dalam beberapa waktu terakhir.
Isu yang dibicarakan mencakup berbagai ketegangan geopolitik, termasuk konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Pertemuan ini memang sengaja diadakan untuk menjalin silaturahmi sekaligus bertukar pandangan mengenai kondisi politik internasional dan dalam negeri.
Undangan dan Peserta Rapat Elite
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya telah menjelaskan bahwa Presiden Prabowo sendiri yang mengundang langsung seluruh mantan presiden dan wakil presiden. Selain mereka, undangan juga ditujukan kepada para mantan menteri luar negeri serta ketua umum partai politik yang memiliki kursi di parlemen.
"Jadi malam ini Bapak Presiden mengundang langsung seluruh Presiden dan Wakil Presiden terdahulu dan para Menteri Luar Negeri terdahulu, termasuk juga para ketua umum parpol di parlemen," ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Menurut penjelasan resmi, Prabowo ingin bersilaturahmi dan berdiskusi dengan para mantan pemimpin negara serta tokoh-tokoh penting lainnya. Tujuannya adalah untuk mendengarkan masukan dan pandangan mereka mengenai berbagai hal, terutama yang berkaitan dengan dinamika geopolitik yang sedang terjadi.
Pertemuan yang berlangsung hampir empat jam ini menunjukkan komitmen pemerintahan baru untuk menjalin komunikasi yang baik dengan para pendahulu. Kehadiran Jokowi dan Gibran dalam satu forum sekaligus pulang bersama menjadi simbol harmonisasi hubungan antara pemerintahan lama dan baru dalam menghadapi tantangan nasional maupun internasional.



