Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Meninggal Diduga Akibat Virus Panleukopenia
Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Meninggal

Dua Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo Meninggal dalam Waktu Berdekatan

Bandung Zoo atau Kebun Binatang Bandung kembali mengalami kehilangan menyedihkan. Dua anak harimau Benggala bernama Huru dan Hara dilaporkan mati dalam kurun waktu yang berdekatan. Kematian ini menambah daftar panjang insiden serupa di berbagai kebun binatang di Indonesia.

Kronologi Kematian dan Pernyataan Pejabat

Pejabat Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Ery Mildranaya, mengonfirmasi kematian kedua anak harimau tersebut. "Betul (kematian harimau kedua)," kata Ery seperti dilansir dari sumber media pada Kamis, 26 Maret 2026. Namun, Ery belum dapat memberikan penjelasan detail mengenai penyebab pasti kematian keduanya. Pihak BBKSDA Jawa Barat masih menyiapkan keterangan resmi terkait insiden ini.

Dugaan Penyebab Kematian dari Wali Kota Bandung

Sebelumnya, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan telah menyampaikan dugaan penyebab kematian Hara, anak harimau yang mati di Bandung Zoo. Farhan menyatakan bahwa kematian tersebut diduga karena virus yang dibawa oleh induknya. Ia memastikan telah menerima laporan mengenai kematian salah satu anak harimau, yaitu Hara.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Lebih lanjut, Farhan mengungkapkan bahwa baik Hara maupun saudaranya, Huru, telah mengalami virus panleukopenia sejak keduanya lahir pada 12 April 2025. "Jadi begini, induknya menjadi carrier virus. Ini virus khas keluarga kucing besar, keduanya sudah terinfeksi sejak lahir. Yang satu tidak terselamatkan, yang satu sedang kita upayakan," jelasnya pada Rabu, 25 Maret 2026.

Profil Kedua Anak Harimau yang Meninggal

Huru dan Hara lahir pada 12 Juli 2025 dari pasangan induk Shah Rukh Khan yang berusia 22 tahun dan Jelita yang berusia 4,5 tahun. Keduanya merupakan harimau Benggala yang termasuk dalam spesies dilindungi. Kematian mereka dalam usia yang masih sangat muda, yaitu sekitar 8 bulan, menimbulkan keprihatinan berbagai pihak terkait dengan perlindungan satwa langka di Indonesia.

Virus Panleukopenia dan Dampaknya pada Kucing Besar

Virus panleukopenia merupakan penyakit menular yang umum menyerang keluarga kucing, termasuk harimau. Virus ini dapat menyebabkan gejala seperti:

  • Demam tinggi
  • Muntah dan diare parah
  • Penurunan sel darah putih secara drastis
  • Dehidrasi dan kelemahan ekstrem

Pada anak harimau yang sistem kekebalannya belum berkembang sempurna, infeksi virus ini seringkali berakibat fatal. Kasus ini menyoroti pentingnya pemantauan kesehatan dan program vaksinasi yang ketat bagi satwa di kebun binatang.

Respons dan Langkah Selanjutnya

Insiden ini mengundang perhatian publik terhadap kondisi satwa di Bandung Zoo. Pihak pengelola kebun binatang dan BBKSDA Jawa Barat diharapkan segera memberikan penjelasan lengkap mengenai:

  1. Penyebab pasti kematian kedua anak harimau
  2. Upaya pencegahan yang telah dilakukan
  3. Langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan

Kematian Huru dan Hara ini bukan yang pertama terjadi di Bandung Zoo. Sebelumnya, telah ada laporan serupa mengenai kematian anak harimau Benggala lainnya, yang menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem perawatan dan kesehatan satwa di tempat tersebut.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga