Iran Tutup Semua Universitas Imbas Serangan Gabungan AS dan Israel
Iran Tutup Semua Universitas Imbas Serangan AS-Israel

Iran Tutup Semua Universitas Imbas Serangan Gabungan AS dan Israel

Pemerintah Iran mengambil sejumlah kebijakan darurat menyusul serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel. Salah satu langkah yang diumumkan adalah penutupan seluruh universitas di seluruh negeri hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Penutupan Kampus Hingga Pemberitahuan Lanjutan

Menteri Sains Iran mengumumkan keputusan penutupan universitas secara nasional melalui kantor berita resmi IRNA, seperti dilaporkan AFP pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kebijakan ini merupakan respons langsung terhadap serangan pagi hari waktu Iran yang dilakukan oleh pasukan AS dan Israel.

Serangan gabungan tersebut diklaim oleh pihak AS dan Israel sebagai upaya untuk menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran. Namun, pemerintah Iran mengecam keras aksi ini sebagai pelanggaran kedaulatan negara yang serius.

Serangan Balasan dan Korban Jiwa

Militer Iran langsung berjanji akan membalas serangan tersebut. Tidak lama setelah pengumuman penutupan universitas, Iran melancarkan serangan balasan yang menyasar sejumlah pangkalan militer AS di wilayah Timur Tengah.

Rentetan ledakan dilaporkan mengguncang beberapa negara Teluk Arab yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat. Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait semuanya melaporkan adanya ledakan pada Sabtu waktu setempat.

Informasi terbaru yang beredar menyebutkan bahwa Menteri Pertahanan Iran Amir Nasirzadeh dan Komandan Garda Revolusi Mohammed Pakpour dilaporkan tewas dalam serangan awal AS dan Israel. Meskipun demikian, belum ada keterangan resmi dari pihak Iran maupun Israel yang mengonfirmasi kabar kematian kedua pejabat tinggi militer tersebut.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah angkat bicara usai serangan terhadap Iran dilancarkan. Dalam pernyataannya yang dilansir Reuters, Trump menyebut serangan ini sebagai bagian dari misi mulia untuk masa depan.

"Nyawa para pahlawan Amerika yang berani mungkin akan melayang dan kita mungkin akan memiliki korban jiwa, hal yang sering terjadi dalam perang," ujar Trump. "Tetapi kita melakukan ini, bukan untuk saat ini. Kita melakukan ini untuk masa depan, dan ini adalah misi yang mulia."

Situasi di Timur Tengah semakin memanas dengan eskalasi konflik ini. Penutupan universitas di Iran menandakan tingkat darurat yang diterapkan pemerintah, sementara serangan balasan telah memperluas dampak konflik ke negara-negara tetangga di kawasan Teluk Arab.