Survei Terbaru: Ganjar Pranowo Jadi Bakal Capres Terkuat
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, muncul sebagai bakal calon presiden terkuat dalam survei elektabilitas terbaru yang dirilis oleh lembaga survei Charta Politika. Survei ini juga menyajikan simulasi pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilihan Presiden 2024, dengan Ganjar diduetkan bersama sejumlah tokoh nasional.
Metodologi dan Hasil Survei
Survei Charta Politika digelar pada periode 10 hingga 17 April 2022, dengan melibatkan 1.220 responden yang tersebar di 122 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan secara acak bertingkat atau multistage random sampling, dengan margin of error sebesar ±2,83% pada tingkat kepercayaan 95%.
Responden ditanyai pertanyaan: 'Seandainya pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan hari ini, pasangan manakah yang akan Bapak/Ibu/Saudara pilih?'. Berikut adalah hasil dari beberapa skema simulasi yang dibuat oleh Charta Politika:
- Simulasi 1: Ganjar Pranowo-Sandiaga Uno meraih 34,3%, diikuti Anies Baswedan-Khofifah Indar 27,3%, Prabowo Subianto-Puan Maharani 23,8%, dan tidak tahu/tidak jawab 14,6%.
- Dalam varian lain, Ganjar Pranowo-Erick Thohir mendapat 33,6%, Anies Baswedan-AHY 27,0%, Prabowo Subianto-Puan Maharani 23,3%, dan tidak tahu/tidak jawab 16,1%.
- Simulasi 2: Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil mencapai 34,1%, Anies Baswedan-AHY 27,0%, Prabowo Subianto-Puan Maharani 25,5%, dan tidak tahu/tidak jawab 13,4%.
- Pada skenario lain, Ganjar Pranowo-Khofifah Indar memperoleh 33,3%, Anies Baswedan-AHY 27,3%, Prabowo Subianto-Puan Maharani 24,5%, dan tidak tahu/tidak jawab 14,9%.
Elektabilitas Tertinggi untuk Duet Ganjar
Dari dua simulasi tersebut, terlihat bahwa pasangan Ganjar Pranowo dengan Sandiaga Uno dan Ganjar Pranowo dengan Ridwan Kamil mencatatkan elektabilitas tertinggi, masing-masing di atas 34%. Hasil ini mengindikasikan kekuatan elektoral Ganjar Pranowo sebagai figur sentral dalam peta politik menuju Pilpres 2024.
Survei ini tidak hanya mengukur preferensi publik terhadap calon presiden, tetapi juga memberikan gambaran awal tentang kombinasi pasangan yang potensial untuk bersaing dalam kontestasi demokrasi nasional. Dengan margin error yang relatif rendah, data ini dapat menjadi referensi penting bagi para analis dan pemangku kepentingan politik.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah: Menurut Anda, Ganjar lebih cocok berduet dengan siapa? Sandiaga Uno atau Ridwan Kamil? Diskusi publik mengenai hal ini diharapkan dapat memperkaya wacana politik di Indonesia, terutama dalam menyongsong pemilihan umum mendatang.