Dasco Tegaskan Tidak Ada Pembicaraan Merger Antara Gerindra dan NasDem
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco, secara tegas membantah informasi yang beredar mengenai rencana merger atau fusi partainya dengan Partai NasDem. Dalam pernyataannya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (21/4/2026), Dasco menegaskan bahwa tidak pernah ada pembicaraan ke arah tersebut.
Bantahan Resmi dari Pihak Gerindra
Dasco mengungkapkan kebingungannya mengenai asal-usul kabar tersebut. "Seperti yang disampaikan oleh Nasdem bahwa itu kita tidak pernah ada pembicaraan seperti itu," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa karena Partai NasDem telah lebih dahulu memberikan penjelasan kepada publik, pihaknya menganggap hal itu sudah cukup dan tidak perlu memberikan klarifikasi lebih lanjut.
Menurut Dasco, isu ini muncul tanpa dasar yang jelas. "Kita juga apa namanya, begitu dengar juga kita bingung sebenarnya dari mana. Tapi karena Nasdem juga sudah duluan menjelaskan karena subjeknya Nasdem, ya kita pikir sudah cukup," kata Dasco. Pernyataan ini menegaskan bahwa Gerindra tidak terlibat dalam diskusi apa pun terkait penggabungan dengan NasDem.
Respons dari Partai NasDem
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa, juga mengaku baru mendengar isu fusi tersebut. Dalam wawancara di Kompleks Parlemen Senayan pada Senin (13/4/2026), Saan menyatakan kekagetan atas munculnya wacana ini. "Saya kaget juga ya, baru mencuat terkait dengan soal isu fusi. Bahkan dalam bahasa politik itu kan fusi ya, bukan merger, bukan akuisisi," ujarnya.
Saan mengingatkan bahwa konsep fusi dalam politik bukanlah hal baru di Indonesia. Ia mencontohkan peristiwa pada tahun 1973, di mana terjadi penyederhanaan partai melalui fusi yang menghasilkan tiga partai politik besar. Meskipun demikian, ia menekankan bahwa wacana fusi antara NasDem dan Gerindra masih perlu dipertimbangkan dengan matang.
Pertimbangan dan Fokus Internal Partai
Saan menjelaskan bahwa jika ada ide atau gagasan terkait fusi, hal tersebut layak untuk dibahas, namun dengan berbagai catatan penting. "Misalnya ada ide gagasan terkait dengan fusi walaupun perlu dipertimbangkan dan dipikirkan, tapi kan juga ada hal-hal lain yang memang harus menjadi apa pikiran bersama misalnya terkait dengan soal konteks ideologi, konteks identitas, eksistensi partai," kata Saan.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada pembahasan khusus mengenai rencana fusi antara Partai NasDem dan Partai Gerindra. Kedua partai saat ini masih fokus pada agenda internal masing-masing, seperti memperkuat basis pendukung dan menyelesaikan program kerja yang telah direncanakan.
Konteks Historis dan Politik
Isu merger ini muncul di tengah dinamika politik Indonesia yang terus berkembang. Partai Gerindra dan Partai NasDem merupakan dua kekuatan politik yang signifikan, dengan basis pendukung dan ideologi yang berbeda. Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Gerindra dan Surya Paloh sebagai Ketua Umum NasDem telah beberapa kali bertemu dalam berbagai kesempatan, namun pertemuan tersebut lebih difokuskan pada koordinasi politik daripada pembicaraan merger.
Dasco dan Saan sepakat bahwa isu ini tidak memiliki dasar yang kuat dan lebih merupakan spekulasi media. Kedua partai menegaskan komitmen mereka untuk tetap independen dan berkonsentrasi pada tujuan politik masing-masing tanpa ada rencana penggabungan dalam waktu dekat.



