Bahlil Terapkan Sistem Futsal di Golkar: Semua Kader Harus Jadi Striker
Bahlil Terapkan Sistem Futsal di Golkar: Semua Striker

Bahlil Lahadalia Terapkan Filosofi Futsal dalam Pengelolaan Kader Partai Golkar

Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, secara terbuka mengungkapkan pendekatan baru dalam mengelola kader partainya dengan menggunakan analogi permainan futsal. Dalam pernyataannya yang disampaikan di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Bahlil menekankan bahwa semua anggota harus berperan sebagai striker yang siap mencetak gol untuk kemajuan partai.

Sistem Pergantian Pemain seperti dalam Pertandingan Futsal

"Bagi yang tidak perform, sekalipun dia teman kita, ya sudah. Kita harus cari pemain pengganti. Karena di Golkar ini semua striker. Ini striker semua. Ini seperti main futsal gitu lho," tegas Bahlil saat membuka acara Training of Trainers Sosialisasi 4 Pilar MPR RI bagi seluruh Anggota MPR/DPR RI Fraksi Partai Golkar.

Menurut Bahlil, dalam sistem yang diterapkannya ini, tidak ada toleransi untuk kader yang tidak menunjukkan kinerja optimal. "Bahkan mungkin dalam rolling-rolling fraksi, enggak bisa lagi kita berpikir karena dia anak ini, dia anak teman saya, dia sahabat saya," tambahnya dengan tegas.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Prinsip Utama: Cetak Gol dan Hilangkan Sekat

Bahlil menjelaskan lebih lanjut bahwa dalam filosofi futsal yang diadopsinya, pergantian pemain tidak harus menunggu habisnya waktu pertandingan. "Tiga menit, capek, keluar, baru masuk. Tujuannya kan gol-nya," ujarnya menegaskan prioritas utama pencapaian target.

Sebagai konsekuensi dari pendekatan ini, Bahlil memastikan bahwa Golkar akan menghilangkan sekat antara kader daerah dan pusat. "Jadi enggak boleh ada yang merasa bahwa ah ini anak Jakarta, ini anak daerah. Kita tidak untuk berada dalam posisioning di Partai Golkar bahwa ada kelas A, kelas B. No, enggak ada itu," kata Bahlil menutup penjelasannya.

Dukungan Penuh untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran Hingga Akhir Masa Jabatan

Di kesempatan yang sama, Bahlil Lahadalia juga menegaskan komitmen Partai Golkar untuk mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sampai selesai masa jabatannya. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap dukungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang menginginkan pasangan tersebut memimpin dua periode.

"Golkar sebagai partai politik yang mengusung Presiden Prabowo-Gibran dan Wakil Presiden Mas Gibran. Konsekuensi daripada partai yang telah mengusung harus mendukung sampai selesai," jelas Bahlil dengan tegas.

Keselarasan dengan Keputusan Munas dan Dukungan Partai Lain

Bahlil menambahkan bahwa posisi Golkar ini sejalan dengan keputusan yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Nasional partai. "Apalagi Golkar dalam keputusan munasnya itu mendukung pemerintahan," ungkapnya memberikan konteks institusional.

Dukungan untuk kepemimpinan dua periode Prabowo juga datang dari partai koalisi lainnya:

  • Partai Gerindra: Ketua Dewan Kehormatan Ahmad Muzani secara terbuka menyerukan Prabowo memimpin dua periode dalam acara HUT ke-18 partainya, dengan seluruh kader yang hadir mengangkat tangan mendukung seruan tersebut.
  • Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): Ketua Umum Muhaimin Iskandar menyatakan optimisme bahwa Prabowo akan sukses memimpin pelaksanaan ekonomi konstitusi dengan penekanan pada keadilan dan pemerataan ekonomi.

Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, bahkan menyatakan keyakinannya bahwa "Pak Prabowo akan sukses memimpin kita bukan hanya lima tahun bahkan sepuluh tahun yang akan datang."

Dengan pendekatan baru yang diilhami dari dunia olahraga futsal dan komitmen politik yang jelas, Bahlil Lahadalia tampaknya sedang membawa Partai Golkar ke arah yang lebih dinamis dan berorientasi pada hasil, sambil tetap menjaga kesolidan dukungan terhadap pemerintahan yang sedang berjalan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga