Ahmad Sahroni Kembali Jabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI
Ahmad Sahroni Kembali Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR

Ahmad Sahroni Kembali Jabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI

Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara resmi telah menetapkan politikus dari Partai NasDem, Ahmad Sahroni, sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Penetapan ini menandai kembalinya Sahroni ke posisi pimpinan komisi yang membidangi urusan hukum, hak asasi manusia, dan keamanan.

Proses Penetapan dan Pergantian Posisi

Rapat penetapan dilaksanakan di ruang Komisi III DPR RI pada Kamis, 19 Februari 2026. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi III DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Dalam rapat, Dasco menyampaikan bahwa pimpinan DPR telah menerima surat dari Fraksi NasDem mengenai pergantian Rusdi Masse Mappasessu, yang sebelumnya menggantikan Sahroni sebagai pimpinan Komisi III.

Rusdi Masse akhirnya memutuskan untuk hengkang dari Partai NasDem dan DPR RI, lalu bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Oleh karena itu, Fraksi NasDem mengutus Ahmad Sahroni untuk kembali mengisi posisi Wakil Ketua Komisi III, menggantikan Rusdi Masse.

"Maka pimpinan Komisi III DPR RI dari fraksi Partai Nasdem mengalami perubahan, yang semula saudara Rusdi Masse A24 digantikan Ahmad Sahroni A38 menggantikan saudara Rusdi Masse Mappasessu," jelas Dasco dalam rapat tersebut.

Respons dan Persetujuan Anggota Komisi III

Setelah pengumuman pergantian, Dasco menanyakan persetujuan kepada seluruh pimpinan dan anggota Komisi III DPR RI. Semua peserta rapat sepakat dan menyetujui penetapan Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR.

"Kami selalu pimpinan rapat akan menanyakan kepada anggota Komisi III DPR RI apakah Saudara Ahmad Sahroni dapat disetujui untuk ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR?" tanya Dasco.

"Setuju," jawab peserta rapat serempak, menegaskan dukungan mereka terhadap keputusan ini.

Pernyataan dan Komitmen Ahmad Sahroni

Usai penetapan, Ahmad Sahroni menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan rapat dan rekan-rekannya. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan kembali.

"Assalamualaikum selamat berpuasa dan terima kasih Pak Ketua dan teman-teman, rasanya aneh kalau kenalan lagi ya," ujar Sahroni dengan nada santai, mengisyaratkan pengalamannya yang kembali ke posisi lama.

Sahroni juga menyampaikan apresiasi khusus kepada pimpinan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI, yang telah menyidangkan dirinya terkait kasus demonstrasi pada Agustus 2025. Ia berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya.

"Dan terima kasih untuk pimpinan MKD yang telah menyidangkan saya dan mudah-mudahan saya menjadi lebih baik ke depannya. Terima kasih," tambah Sahroni, menegaskan komitmennya untuk bekerja dengan integritas yang lebih tinggi.

Implikasi dan Konteks Politik

Penetapan ini tidak hanya sekadar pergantian personalia, tetapi juga mencerminkan dinamika politik internal di DPR RI. Pergantian dari Rusdi Masse ke Ahmad Sahroni menunjukkan pergeseran kekuatan dalam fraksi NasDem, sekaligus respons terhadap keputusan Rusdi Masse untuk pindah partai.

Komisi III DPR RI memiliki peran krusial dalam mengawasi bidang hukum dan keamanan, sehingga kembalinya Sahroni diharapkan dapat membawa kontribusi positif bagi kinerja komisi tersebut. Dengan pengalaman sebelumnya, Sahroni dianggap mampu menangani berbagai isu sensitif yang menjadi tanggung jawab Komisi III.

Langkah ini juga menandai babak baru dalam karier politik Ahmad Sahroni, yang sebelumnya sempat vakum dari posisi pimpinan komisi. Kembalinya ia ke jabatan strategis ini dipandang sebagai momentum untuk memperkuat peran NasDem dalam legislasi dan pengawasan di bidang hukum.