Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengungkapkan bahwa Ahmad Bakri mengalami penurunan kondisi setelah mengikuti rapat di DPR pada awal Mei 2026. Ia kemudian dirawat di rumah sakit dan akhirnya wafat pada 29 Juli 2026. "Mas Bakri saat itu setelah rapat, mungkin kelelahan, terus hipertensi, kemudian tidak sadar diri. Kemudian dirawat di rumah sakit, beberapa bulan, lalu wafat," kata Viva kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
Penyebab Kematian dan Perawatan
Menurut Viva, kelelahan dan hipertensi menjadi pemicu utama jatuhnya Ahmad Bakri. Setelah rapat di DPR, ia tidak sadarkan diri dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Proses perawatan berlangsung sejak awal Mei 2026 hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir pada akhir Juli 2026. Kondisi ini menjadi duka mendalam bagi Partai Amanat Nasional (PAN).
Karier dan Dedikasi di PAN
Ahmad Bakri merupakan kader senior PAN yang aktif sejak partai ini didirikan pada 1998. Ia adalah anggota DPR RI dari Fraksi PAN dan menjabat sebagai salah satu Ketua DPP PAN, serta duduk di Komisi V DPR RI. Viva Yoga Mauladi menyebut Bakri sebagai kader militan, pekerja keras, loyal, baik hati, dan sederhana. "Saya semakin sering berinteraksi ketika kami sama-sama sebagai anggota DPR RI, 2009 sampai sebelum sakit. Mas Bakri adalah kader militan, pekerja keras, loyal, baik hati, dan sederhana, dan dicintai masyarakat Jambi. Bukti rakyat mencintai bahwa setiap pemilu selalu terpilih," ujarnya.
Ucapan Belasungkawa dari Ketua Umum PAN
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga menyatakan kehilangan mendalam. "Saya, Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, merasa kehilangan salah satu kader terbaik PAN, H Bakri, anggota Komisi V DPR RI, yang juga salah satu Ketua DPP PAN, yang pada hari ini wafat menghembuskan nafas terakhir untuk menuju kepada haribaan Allah SWT," tuturnya. Zulkifli mendoakan agar almarhum mendapatkan husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran serta keikhlasan. Ia mengingatkan bahwa setiap yang bernyawa akan kembali kepada Sang Pencipta.
Ahmad Bakri meninggalkan warisan sebagai politisi yang dikenal sederhana dan dekat dengan rakyat. Sepanjang kariernya, ia selalu terpilih dalam setiap pemilihan umum, menunjukkan kecintaan masyarakat Jambi terhadap dirinya. PAN kini kehilangan salah satu pilar utamanya yang telah berjuang sejak partai masih dalam masa awal reformasi.



