Pakar Apresiasi Prabowo Buktikan Janji Kerja, Selesaikan 108 Masalah
Pakar Apresiasi Prabowo Buktikan Janji Kerja

Pakar dan praktisi komunikasi dan manajemen Dr. M. Fariza Y. Irawady memberikan apresiasi atas komunikasi publik Presiden Prabowo yang dinilai konsisten membuktikan janji kerja. Fariza menilai Presiden tidak hanya menyebarkan harapan, tetapi juga mengimplementasikannya dalam kinerja nyata.

Prabowo Klaim Selesaikan 108 Masalah dalam 18 Bulan

Pernyataan Fariza ini menanggapi pidato Presiden Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7). Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 108 persoalan selama 18 bulan masa pemerintahannya. "Mungkin hitungan kita terakhir lebih dari 108 masalah, 110 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih, 18 bulan pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil," kata Prabowo.

Meski demikian, Prabowo menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah berpuas diri. Menurutnya, sikap rendah hati harus tetap dijaga dalam menjalankan pemerintahan.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Transformasi Danantara: Konsolidasi 250 Entitas BUMN

Prabowo juga menyoroti transformasi yang dilakukan Danantara Indonesia. Dari total 1.077 entitas BUMN, sekitar 250 entitas telah dikonsolidasikan melalui restrukturisasi dalam 18 bulan pertama pemerintahan. Langkah tersebut disebut berhasil menghasilkan efisiensi hingga Rp 50 triliun.

Menanggapi hal itu, Fariza menilai komunikasi publik Presiden tidak hanya menjadi arahan bagi jajaran kabinet, tetapi juga berfungsi membangun kepercayaan dan optimisme masyarakat terhadap arah pembangunan nasional. "Presiden Prabowo terus menyalakan api harapan bangsa melalui kebijakan yang memperkuat ekonomi nasional yang mampu diimplementasikan secara nyata, bukan sekadar menebar harapan," ujar Fariza dalam keterangan tertulis, Kamis (23/7/2026).

Komunikasi Kepemimpinan yang Efektif

Fariza yang pernah mengemban amanah sebagai Staf Khusus dan Tenaga Ahli Bidang Komunikasi dan Kehumasan di beberapa Kementerian Lembaga, seperti Kemenpan RB, Kemenko Polhukam, Korlantas Polri, dan kini membantu Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai Tenaga Ahli Bidang Komunikasi dan Kehumasan, menilai taklimat Presiden Prabowo memiliki makna strategis dari perspektif komunikasi publik.

"Sebagai pembelajar komunikasi dan manajemen, saya menilai apa yang disampaikan Presiden Prabowo merupakan bentuk komunikasi kepemimpinan yang efektif. Presiden tidak sekadar menyampaikan capaian dan target pemerintah, tetapi juga membangun keyakinan publik bahwa bangsa ini memiliki arah yang jelas, fondasi ekonomi yang semakin kuat, dan masa depan yang layak untuk diperjuangkan. Inilah cara seorang pemimpin yang memberikan optimisme kepada masyarakat melalui komunikasi yang jujur, terukur, dan berbasis kerja nyata," kata Fariza.

Apresiasi untuk Rosan Roeslani dan Program SEHATI

Fariza juga menyampaikan apresiasi kepada Rosan P Roeslani sebagai CEO Danantara Indonesia yang berhasil menerjemahkan arahan Presiden menjadi program transformasi yang terukur dan berdampak nyata. "Keberhasilan Danantara melakukan konsolidasi perusahaan negara mencerminkan kepemimpinan Pak Rosan Roeslani yang mampu mengeksekusi visi Presiden Prabowo. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam membangun BUMN ke depan," ungkapnya.

Selain itu, Fariza mengapresiasi kebijakan Presiden Prabowo yang pada 2026 mengalokasikan lebih dari satu juta kuota Sertifikat Halal Gratis (SEHATI) bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Menurutnya, kebijakan yang diimplementasikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dengan Babe Haikal sebagai nahkodanya tersebut telah membantu meningkatkan daya saing sekaligus kesejahteraan pelaku UMK. Hingga saat ini, sudah lebih dari 3 juta pelaku UMK yang memiliki Sertifikat Halal.

Selain itu, sekitar 120 ribu Pendamping Proses Produk Halal (P3H) juga memperoleh insentif, bahkan mencapai setara satu kali Upah Minimum Regional (UMR) atas peran mereka dalam mendampingi UMK mengurus sertifikasi halal. "Ini sekaligus juga membuktikan bahwa Presiden Prabowo bukan sekadar omon-omon, tapi walk the talk, menjalankan apa yang diucapkannya," pungkas Fariza.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga