Andy Burnham resmi menjadi Perdana Menteri (PM) terbaru Inggris pada Senin (20/7/2026), setelah Keir Starmer mengakhiri masa jabatannya dengan mengundurkan diri. Burnham menjadi PM keenam yang menempati Downing Street sejak tahun 2016.
Proses Serah Terima Jabatan
Prosesi serah terima jabatan dimulai dengan kunjungan Starmer ke Istana Buckingham untuk secara resmi mengajukan pengunduran dirinya kepada Raja Charles III. Setelah itu, Starmer menyampaikan pernyataan perpisahan singkat di depan Downing Street Nomor 10. Burnham kemudian menuju ke Istana Buckingham, di mana Raja Charles III memintanya untuk membentuk pemerintahan berikutnya. Burnham kemudian menyampaikan pidato pertamanya sebagai PM Inggris di depan Downing Street Nomor 10.
Latar Belakang Pengunduran Diri Starmer
Starmer mengumumkan mundur dari jabatan Ketua Partai Buruh dan PM Inggris pada akhir Juni 2026, menyusul serangkaian skandal, kesalahan langkah, dan perubahan kebijakan yang merusak kepemimpinannya. Meskipun ia membawa Partai Buruh menang telak dalam pemilu 2024 dan mengakhiri dominasi Partai Konservatif selama 14 tahun, Starmer tergolong PM yang tidak populer.
Pidato Perdana Burnham
Dalam wawancara dengan surat kabar The Times yang diterbitkan pada Minggu (19/7) malam, Burnham memaparkan ambisinya untuk melakukan perubahan. Ia mengatakan ingin mengakhiri satu dekade pergolakan politik di Inggris. "Apa yang selama ini kita lakukan tidak membuahkan hasil. Begitulah pandangan saya," ujarnya. "Saya akan mencoba melakukan berbagai hal dengan cara yang berbeda," cetus Burnham.
Menurut timnya, dalam pidato pertamanya, Burnham akan menyatakan kesadaran penuh akan perlunya iklim politik yang lebih stabil. Ia akan memaparkan prioritas untuk memulihkan kepercayaan terhadap pemerintah dan memberikan ruang bernapas lebih bagi Inggris di tengah krisis biaya hidup.
Tantangan Kepemimpinan Burnham
Kepemimpinan Burnham akan menghadapi berbagai tantangan yang mendesak, dengan waktu yang terbatas untuk menorehkan jejak kepemimpinan. Ia menjadi PM keenam sejak 2016, menunjukkan ketidakstabilan politik yang telah melanda Inggris dalam satu dekade terakhir.



