KOMPAS.com - Sebanyak 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berhasil menembus jajaran Top 100 Universitas di Indonesia berdasarkan pemeringkatan Webometrics edisi Juli 2026. Pemeringkatan ini dilakukan oleh Webometrics dengan menggunakan empat indikator utama, yaitu Visibility, Openness, Excellence, dan Impact.
Transformasi Pendidikan Tinggi Islam
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama, Prof. Sahiron, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil nyata dari transformasi pendidikan tinggi Islam yang terus dilakukan oleh Kementerian Agama. Transformasi tersebut meliputi penguatan tata kelola, peningkatan kualitas akademik, internasionalisasi, digitalisasi, serta pengembangan budaya riset.
“Prestasi ini patut kita syukuri. Kehadiran sebelas PTKIN dalam Top 100 Universitas Indonesia membuktikan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam semakin kompetitif dan mampu berdiri sejajar dengan perguruan tinggi terbaik di Indonesia,” papar Prof. Sahiron dikutip dari laman Kemenag, Kamis (23/7/2026).
Indikator Pemeringkatan
Webometrics, yang berbasis di Spanyol, mengevaluasi universitas di seluruh dunia berdasarkan kehadiran web dan dampak publikasi ilmiah. Indikator Visibility mengukur jumlah tautan eksternal yang mengarah ke situs universitas, Openness menilai repositori institusi, Excellence mengacu pada jumlah artikel yang masuk dalam jurnal bereputasi, dan Impact mengukur sitasi dari karya ilmiah.
Keberhasilan 11 PTKIN masuk Top 100 menunjukkan bahwa perguruan tinggi keagamaan Islam mampu bersaing di tingkat nasional. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi PTKIN lainnya untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing global.



