Minum Kopi hingga 5 Cangkir Sehari Aman untuk Jantung, Menurut AHA
Minum Kopi hingga 5 Cangkir Sehari Aman untuk Jantung

American Heart Association (AHA) melalui pernyataan ilmiah terbarunya mengungkapkan bahwa kebiasaan minum kopi hingga lima gelas sehari tidak hanya membantu meningkatkan fokus, tetapi juga tidak membahayakan kesehatan jantung. Pernyataan ini dipublikasikan di jurnal Circulation dan menjadi acuan baru bagi para penikmat kopi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Studi AHA: Asupan Kafein Hingga 400 mg Per Hari Aman

Dalam tinjauan terhadap penelitian terbaru, AHA menyimpulkan bahwa bagi sebagian besar orang dewasa, asupan kafein hingga 400 miligram per hari—setara dengan hingga lima cangkir kopi berkafein tanpa tambahan gula atau pengisi—aman dan tidak meningkatkan risiko kardiovaskular. Hal ini disampaikan langsung oleh ketua tim penyusun penelitian, Gregory M. Marcus, yang juga profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas California, San Francisco (UCSF) dan wakil kepala Kardiologi untuk Penelitian di UCSF Health.

“Dalam tinjauan kami terhadap penelitian terbaru, bagi sebagian besar orang dewasa, asupan hingga 400 miligram kafein per hari, setara dengan hingga lima cangkir kopi berkafein per hari tanpa tambahan gula atau pengisi, aman dan tidak meningkatkan risiko kardiovaskular,” kata Marcus dalam keterangan pers resmi AHA yang dikutip pada Rabu (29/7/2026).

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Manfaat dan Risiko Kopi bagi Jantung

Penelitian sebelumnya seringkali mempertanyakan dampak kopi terhadap kesehatan jantung, terutama terkait risiko aritmia atau gangguan irama jantung. Namun, pernyataan AHA ini memberikan kepastian bahwa konsumsi kopi dalam jumlah wajar tidak berbahaya. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa kopi dapat memberikan manfaat seperti kandungan antioksidan yang tinggi serta potensi penurunan risiko gagal jantung dan stroke. Meskipun demikian, AHA menekankan bahwa manfaat tersebut hanya berlaku jika kopi dikonsumsi tanpa tambahan gula, krim, atau pemanis buatan.

Dr. Marcus menjelaskan bahwa timnya meninjau puluhan penelitian terbaru mengenai kafein dan kesehatan kardiovaskular. Hasilnya konsisten: tidak ada bukti bahwa kopi dalam jumlah moderat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, serangan jantung, atau penyakit jantung koroner pada individu sehat.

Implikasi Bagi Kesehatan Masyarakat

Pernyataan AHA ini diharapkan dapat mengakhiri perdebatan panjang mengenai keamanan kopi. Banyak orang yang sebelumnya menghindari kopi karena khawatir akan efek buruknya terhadap jantung. Kini, dengan panduan yang jelas, masyarakat dapat menikmati kopi tanpa rasa bersalah, asalkan dalam batas wajar.

Namun, AHA juga memberikan catatan penting: toleransi setiap orang terhadap kafein berbeda-beda. Wanita hamil, penderita gangguan kecemasan, atau mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung tertentu disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi kafein dalam jumlah besar. Selain itu, konsumsi kopi berlebihan—di atas lima cangkir per hari—tetap dapat menimbulkan efek samping seperti insomnia, gelisah, dan palpitasi.

Kopi Hitam vs Kopi dengan Tambahan

Salah satu poin kunci dalam pernyataan AHA adalah pentingnya menyajikan kopi tanpa tambahan gula atau pengisi. Kopi yang dicampur dengan gula, sirup, atau krim kental dapat meningkatkan asupan kalori dan lemak jenuh, yang justru berbahaya bagi kesehatan jantung. Karena itu, AHA merekomendasikan konsumsi kopi hitam atau dengan sedikit susu rendah lemak.

Dengan adanya pernyataan ilmiah ini, para penikmat kopi di Indonesia dan dunia bisa lebih tenang. Selama tidak melebihi lima cangkir per hari dan tanpa tambahan yang tidak sehat, kopi dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang ramah jantung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga