Berbagai isu beredar di media sosial pada pekan ketiga Juli 2026. Mulai dari uang kertas baru nominal Rp5 juta, pajak pesepeda, penghapusan bantuan sosial, hingga pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan yang disebut bakal mencopot status kewarganegaraan Indonesia bagi yang tidak bayar pajak. Tim Cek Fakta Kompas.com telah memverifikasi seluruh isu tersebut. Berikut rangkuman hasil penelusuran.
Hoaks Uang Kertas Rp5 Juta
Beredar gambar uang kertas baru pecahan Rp5 juta yang diklaim akan diterbitkan Bank Indonesia. Faktanya, gambar tersebut adalah hasil editan. Bank Indonesia menegaskan tidak ada rencana penerbitan uang kertas Rp5 juta. Uang pecahan besar yang beredar saat ini hanya Rp100.000.
Isu Pajak Pesepeda
Narasi bahwa pemerintah akan mengenakan pajak bagi pesepeda juga tidak benar. Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyatakan tidak ada aturan mengenai pajak khusus untuk pesepeda. Informasi tersebut merupakan hoaks yang sudah beredar sejak beberapa tahun lalu.
Penghapusan Bantuan Sosial
Beredar klaim bahwa pemerintah akan menghapus seluruh program bantuan sosial (bansos) pada tahun 2026. Menteri Sosial membantah keras informasi tersebut. Pemerintah tetap melanjutkan program bansos, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), dengan penyesuaian anggaran.
Ancaman Pencopotan Kewarganegaraan oleh Luhut
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dikabarkan menyatakan akan mencopot status kewarganegaraan Indonesia bagi warga yang tidak membayar pajak. Luhut mengklarifikasi bahwa pernyataan tersebut tidak pernah ia sampaikan. Pencopotan status kewarganegaraan hanya dapat dilakukan melalui proses hukum yang diatur dalam Undang-Undang Kewarganegaraan, bukan karena tunggakan pajak.
Hoaks Norwegia Sumbangkan Tiket Piala Dunia untuk Gaza
Informasi keliru terkait Piala Dunia 2026 juga beredar, salah satunya narasi bahwa Norwegia menyumbangkan hasil penjualan tiket pertandingan untuk masyarakat Gaza, Palestina. Faktanya, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah Norwegia atau FIFA mengenai hal tersebut. Informasi itu adalah hoaks yang dibuat untuk memicu simpati.
Tim Cek Fakta Kompas.com mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Seluruh isu di atas telah dipastikan hoaks dan tidak memiliki dasar faktual.



