Andy Burnham, yang baru resmi diangkat sebagai Perdana Menteri Inggris, melakukan panggilan telepon pertamanya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin, 20 Juli 2026. Dalam percakapan tersebut, Trump menyatakan dukungan penuh AS untuk Burnham dan pemerintahannya.
Trump Janji Bantu Burnham
Melalui akun Truth Social miliknya, Trump mengakui bahwa Burnham langsung menghubunginya setelah dilantik. "Perdana Menteri memiliki tugas besar di hadapannya, tetapi dia akan mampu melakukannya," tulis Trump. Ia menambahkan, "Tentu saja, AS akan ada di sana untuk membantu!"
Kedua pemimpin membahas sejumlah isu strategis, termasuk perdagangan bilateral, kerja sama militer, dan upaya pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat siap mendukung Inggris dalam menghadapi tantangan global.
Komitmen Pertahanan dan Keamanan
Juru bicara Burnham mengungkapkan bahwa dalam percakapan tersebut, Burnham menekankan komitmennya terhadap pertahanan dan keamanan. "(Burnham) mengatakan bahwa memastikan keamanan Inggris dan sekutunya adalah prioritas utamanya," kata jubir tersebut. Burnham juga mengundang Trump untuk mengunjungi kota asalnya, Manchester, di masa mendatang.
Burnham resmi menggantikan Keir Starmer sebagai Perdana Menteri Inggris setelah diterima oleh Raja Charles III di Istana Buckingham. Momen jabat tangan antara Burnham dan Raja Charles III dibagikan melalui akun Instagram resmi Kerajaan Inggris. Raja memberikan restu kepada Burnham untuk segera membentuk pemerintahan baru di bawah kepemimpinannya.
Langkah Awal Kepemimpinan Burnham
Panggilan telepon dengan Trump menjadi langkah diplomatik pertama Burnham sebagai PM. Analis menilai bahwa komunikasi awal ini menunjukkan prioritas Burnham dalam memperkuat hubungan transatlantik, terutama di tengah ketegangan geopolitik global. Sementara itu, Trump menyambut baik inisiatif Burnham dan berharap kerja sama kedua negara semakin erat.
Dengan dukungan dari AS, Burnham diharapkan dapat menjalankan tugas besarnya, termasuk mengatasi tantangan ekonomi, keamanan, dan diplomasi internasional. Masyarakat Inggris menanti langkah konkret pemerintahannya dalam waktu dekat.



