Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal Resmikan Delapan Rumah Relokasi untuk Korban Longsor di Arjasari
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Cucun Ahmad Syamsurijal telah secara resmi meresmikan delapan unit rumah relokasi bagi warga yang menjadi korban bencana tanah longsor di kawasan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Peresmian ini dilakukan pada Rabu, 18 Februari 2026, dan menjadi momen penting bagi para korban untuk memulai kehidupan baru di hunian yang lebih aman dan layak.
Relokasi Sebagai Titik Balik Kehidupan Baru
Dalam sambutannya, Cucun menegaskan bahwa kehadiran hunian baru ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga membawa harapan serta rasa aman bagi masyarakat yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal akibat bencana tanah longsor yang terjadi pada 5 Desember 2025 lalu. "Relokasi ini bukan hanya menghadirkan hunian yang lebih aman secara fisik, tetapi juga membawa harapan baru bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana," ujar Cucun, seperti dilansir dari Antara.
Ia menambahkan bahwa penyerahan rumah relokasi ini bertepatan dengan momen menjelang bulan suci Ramadhan, sehingga diharapkan dapat menjadi momen istimewa agar masyarakat bisa menyambut bulan puasa dengan normal. "Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu mewujudkan relokasi ini. Semoga rumah baru ini menjadi awal kehidupan yang lebih baik dan penuh keberkahan," ungkap legislator yang berasal dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II tersebut.
Proses Penyerahan dan Legalitas Hunian
Adapun relokasi itu dilakukan dengan penyerahan kunci rumah dan Sertifikat Hak Milik (SHM) secara langsung kepada penerima manfaat. Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan untuk memastikan legalitas dan keamanan tempat tinggal bagi warga terdampak. Sebelumnya, longsor sempat melanda Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang mengakibatkan 10 Kepala Keluarga (KK) harus dievakuasi oleh aparat setempat demi keselamatan.
Rekomendasi Geologi untuk Relokasi Total
Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan relokasi total bagi bangunan warga terdampak. Hal ini menyusul hasil kajian yang menunjukkan adanya jenis gerakan tipe tanah rotasional yang berpotensi tinggi untuk kembali terjadi dan membahayakan permukiman sekitar. Rekomendasi ini menjadi dasar penting dalam upaya pencegahan bencana serupa di masa depan.
Dengan adanya rumah relokasi ini, diharapkan warga korban longsor di Arjasari dapat segera beradaptasi dan membangun kehidupan yang lebih stabil, jauh dari ancaman bencana alam yang mengintai.



