Anggota DPRD Banten Ungkap Data Siswa Diduga Bocor ke Calo SPMB
Anggota DPRD Banten Ungkap Data Siswa Diduga Bocor ke Calo

Anggota DPRD Banten, Yeremia Mendrofa, mengungkap adanya dugaan kebocoran data siswa yang dimanfaatkan oleh calo dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA. Ia menyebut keponakannya menjadi salah satu korban yang dihubungi oleh oknum yang mengaku bisa membantu proses verifikasi.

Kronologi Kejadian

Pemprov Banten membuka proses Pra-SPMB pada 20 April hingga 31 Mei 2026. Dalam proses ini, calon murid mengisi data diri dan nilai untuk diverifikasi. Yeremia menyebut keponakannya mengunggah data pada 24 April, namun hingga Kamis (7/5) belum dinyatakan lolos verifikasi. Pada hari itu, keponakannya dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai admin dan menawarkan bantuan verifikasi.

"Ada terjadi pada keponakan saya. Beberapa waktu lalu, malam-malam, ada yang mengatasnamakan admin menghubungi anak saya untuk menawarkan bantuan," kata Yeremia.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Ia mempertanyakan bagaimana data pribadi siswa bisa diketahui oleh pihak lain. "Jadi pertanyaan saya, data anak seharusnya hanya diketahui oleh anak dan operator. Tapi kenapa ada orang lain yang tahu? Dan tahu juga statusnya belum terverifikasi," ujarnya.

Langkah Tindak Lanjut

Tak lama kemudian, Yeremia menghubungi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Banten untuk mengadukan dugaan kebocoran data tersebut. Pihak sekolah mengaku bukan sumber kebocoran. Namun, Yeremia tetap mempertanyakan mengapa ada oknum yang mengetahui nomor siswa dan status verifikasi.

Ia menduga calo tersebut juga menghubungi calon murid lain. "Jangan-jangan, anak yang berpotensi, nilainya bagus, punya peluang masuk jalur prestasi, ini banyak di-calo. Karena data ini kan ketahuan, data nilai anak pasti ketahuan siapa yang berpotensi masuk," katanya.

Usulan Percepatan Verifikasi

Menurut Yeremia, calo memanfaatkan lamanya proses verifikasi. Ia meminta agar proses verifikasi dipercepat, bahkan jika perlu menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI).

"Dulu saat SPMB tahun lalu, hanya tiga hari. Tapi kenapa ini makan waktu dua minggu belum terverifikasi. Ini terlalu lama. Mending dibantu AI untuk verifikasinya. Jadi psikologi orang tua dan calon murid tidak terganggu dan dimanfaatkan oleh calo," tegasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga