Bahaya Tersembunyi Kabel Listrik di Rumah: Waspada Sengatan dan Korsleting
Waspada Bahaya Kabel Listrik di Rumah

KOMPAS.com — Banyak orang menganggap rumah sebagai tempat paling aman. Namun, ancaman justru bisa datang dari benda-benda yang digunakan setiap hari, seperti kabel listrik, colokan, hingga perangkat elektronik di sudut ruangan, terutama bagi anak-anak. Listrik memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan rumah tangga modern. Aktivitas sederhana seperti menyalakan lampu, memasak nasi, mengisi daya ponsel, menyalakan AC, hingga mandi air hangat semuanya bergantung pada aliran listrik.

Risiko Kelistrikan yang Tidak Disadari

Masalahnya, risiko kelistrikan di rumah sering kali tidak disadari. Kabel yang mulai aus, terminal bertumpuk, stopkontak longgar, atau instalasi lama yang tidak pernah diperiksa bisa memicu arus bocor dan korsleting. Dalam banyak kasus, bahayanya baru terasa ketika kecelakaan sudah terjadi. Kasus sengatan listrik di rumah tangga masih kerap muncul di Indonesia. Salah satu yang sempat menjadi perhatian publik terjadi di Pulogadung, Jakarta Timur, pada 2022. Satu keluarga meninggal dunia akibat kebocoran arus listrik dari pemanas air di kamar mandi.

Pencegahan yang Per Dilakukan

  • Periksa secara berkala kondisi kabel dan stopkontak di rumah.
  • Hindari menumpuk terminal atau menggunakan colokan secara berlebihan.
  • Segera ganti kabel yang sudah aus atau rusak.
  • Pasang pengaman arus listrik (ELCB) untuk mencegah sengatan.

Kesadaran akan bahaya kelistrikan sangat penting untuk melindungi keluarga. Jangan tunggu sampai kecelakaan terjadi. Lakukan pemeriksaan rutin dan perbaiki instalasi listrik yang tidak sesuai standar.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga
Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram