Trump Yakin Kesepakatan AS-Iran Segera Tercapai, Selat Hormuz Akan Dibuka
Trump Yakin Deal AS-Iran Segera, Selat Hormuz Dibuka

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan antara AS dan Iran akan segera tercapai. Salah satu poin utama dalam perjanjian tersebut adalah pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan tarif dari Iran. Hal ini disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial Truth Social, sebagaimana dilansir CNN dan Axios pada Minggu (24/5/2026).

Negosiasi Hampir Final

Trump mengungkapkan bahwa sebagian besar kesepakatan telah dinegosiasikan dan tinggal menunggu finalisasi antara AS, Iran, dan beberapa negara lain. Ia menulis, "Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain." Trump juga telah berkomunikasi dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman, serta Raja Yordania, Abdullah, terkait kesepakatan tersebut.

Poin-Poin Kesepakatan

Menurut laporan Axios, sejumlah poin kesepakatan yang hampir ditandatangani mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, izin bagi Iran untuk menjual minyak secara bebas, serta negosiasi untuk membatasi program nuklir Iran. Kesepakatan ini diharapkan dapat mencegah eskalasi perang dan mengurangi tekanan pada pasokan minyak global.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Pejabat AS memberikan garis besar rinci draf tersebut, yang sebagian besar telah diverifikasi oleh sumber lain yang dekat dengan pembicaraan. Meskipun demikian, rincian tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak Iran, meskipun Teheran juga mengindikasikan bahwa kesepakatan sudah hampir tercapai. Kedua belah pihak disebut akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang berlaku selama 60 hari dan dapat diperpanjang dengan persetujuan bersama.

Mekanisme Pembukaan Selat Hormuz

Selama periode 60 hari tersebut, Selat Hormuz akan dibuka tanpa biaya tol. Iran akan setuju untuk membersihkan ranjau yang telah dipasang di selat tersebut agar kapal dapat lewat dengan bebas. Sebagai imbalannya, AS akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran dan mengeluarkan beberapa pengecualian sanksi untuk memungkinkan Iran menjual minyak secara bebas. Pejabat AS mengakui bahwa hal itu akan menguntungkan perekonomian Iran, tetapi juga memberikan bantuan signifikan bagi pasar minyak global.

Pejabat AS menegaskan bahwa semakin cepat Iran membersihkan ranjau dan mengizinkan pengiriman kembali beroperasi, semakin cepat blokade akan dicabut. Prinsip utama Trump dalam perjanjian tersebut adalah 'bantuan untuk kinerja'. Iran menginginkan dana yang dibekukan segera dicairkan dan pencabutan sanksi permanen, tetapi pihak AS mengatakan hal itu hanya akan terjadi setelah konsesi nyata diberikan. Urusan nuklir akan dinegosiasikan lebih lanjut.

Komitmen Iran dan Peran Mediator

Menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, Iran memberikan komitmen lisan kepada AS melalui para mediator tentang cakupan konsesi yang bersedia mereka berikan terkait penangguhan pengayaan dan penyerahan material nuklir. AS akan setuju untuk bernegosiasi mengenai pencabutan sanksi dan pencairan dana Iran selama periode 60 hari, meskipun langkah-langkah tersebut hanya akan diimplementasikan sebagai bagian dari perjanjian akhir.

Pasukan AS yang dimobilisasi dalam beberapa bulan terakhir akan tetap berada di wilayah tersebut selama periode 60 hari dan hanya akan ditarik jika kesepakatan akhir tercapai. Draf itu juga dilaporkan memperjelas bahwa perang antara Israel dan Hizbullah di Lebanon akan berakhir. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dilaporkan menyatakan keprihatinannya tentang kondisi tersebut selama panggilan telepon dengan Trump. Pejabat AS mengatakan itu bukan 'gencatan senjata sepihak' dan jika Hizbullah mencoba mempersenjatai kembali atau memicu serangan, Israel akan diizinkan untuk mengambil tindakan untuk mencegahnya.

Latar Belakang Konflik

Perang di Iran dimulai oleh AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Hingga 20 Mei, berdasarkan data Al-Jazeera, perang itu telah menewaskan 3.468 orang di Iran dan menyebabkan lebih dari 26.500 orang terluka. Iran juga telah melakukan serangan balasan ke Israel serta berbagai fasilitas AS di negara-negara Teluk. Perang telah membuat Iran marah dan menutup Selat Hormuz, yang memicu harga minyak dunia melambung.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga