Jerhemy Owen Ungkap Alasan Tanam 20.000 Pohon di Lahan Sawit Ilegal
Jerhemy Owen Alasan Tanam 20.000 Pohon di Lahan Sawit Ilegal

Kreator konten dan pegiat lingkungan Jerhemy Owen angkat bicara mengenai keputusan kontroversialnya memilih lahan sawit ilegal sebagai lokasi penanaman dalam program "Wenanam Sumatra". Dalam penjelasannya, Owen menyatakan bahwa lahan tersebut merupakan bekas perkebunan sawit ilegal seluas sekitar 10 hektar yang berada di kawasan hutan lindung.

Target Penanaman 250.000 Pohon

Owen mengungkapkan bahwa lahan ilegal tersebut akan menjadi lokasi penanaman sekitar 20.000 pohon dari total keseluruhan target 250.000 pohon dalam program Wenanam Sumatra. Pemuda berusia 24 tahun itu menegaskan bahwa pemilihan lahan ini didasari oleh pertimbangan lingkungan yang mendesak.

Menurut Owen, alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan sawit merupakan salah satu penyebab utama bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatra. "Kami ingin memulihkan fungsi hutan lindung yang telah rusak akibat aktivitas ilegal," ujarnya.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Kritik dan Dukungan Publik

Keputusan Owen menuai beragam reaksi dari publik. Sebagian pihak mengkritik langkah tersebut karena dianggap berpotensi melegitimasi aktivitas ilegal. Namun, Owen menegaskan bahwa program ini justru bertujuan untuk merehabilitasi lahan yang telah rusak dan mengembalikan fungsi ekologisnya.

Program Wenanam Sumatra sendiri menargetkan penanaman total 250.000 pohon di berbagai lokasi di Sumatra. Owen berharap inisiatif ini dapat membantu mengurangi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor yang kerap melanda wilayah tersebut.

Dampak Lingkungan dan Sosial

Lahan hutan lindung yang beralih fungsi menjadi perkebunan sawit ilegal tidak hanya memicu bencana alam, tetapi juga mengancam keanekaragaman hayati. Owen menekankan pentingnya restorasi lahan kritis untuk memulihkan ekosistem dan melindungi masyarakat sekitar.

"Kami tidak hanya menanam pohon, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya menjaga hutan," tambah Owen. Program ini melibatkan masyarakat lokal dalam proses penanaman dan perawatan pohon, sehingga memberikan manfaat ekonomi dan edukasi lingkungan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga