Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbaru yang mengungkap tingkat keyakinan publik terhadap Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Survei yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026 dengan melibatkan 749 responden yang dipilih secara acak ini menunjukkan bahwa mayoritas publik masih ragu akan keberhasilan program andalan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Mayoritas Publik Tidak Yakin KDMP Sukses
Menurut data yang dipaparkan dalam acara bertajuk Program Khusus Presiden: MBG dan KDMP, sebanyak 61,1 persen publik mengaku kurang atau tidak yakin Program KDMP akan berhasil dan berkembang. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan mereka yang optimis, yang hanya mencapai 25 persen. Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengungkapkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terhadap program ini sebenarnya cukup tinggi.
"Secara keseluruhan sekitar 61,1 persen publik merasa kurang atau tidak yakin Program KDMP akan berkembang atau maju, sementara yang merasa sangat atau cukup yakin lebih rendah, hanya 25 persen," ungkap Deni Irvani dalam rilis survei pada Selasa, 28 Juli 2026.
Rincian Keyakinan Responden
Survei ini juga merinci tingkat keyakinan responden yang sudah mengetahui program KDMP. Dari 76,9 persen responden yang mengaku sudah mengetahui program tersebut, hanya 2,4 persen yang menyatakan sangat yakin KDMP akan maju. Sementara itu, 22,6 persen responden menyatakan cukup yakin. Di sisi lain, 38,9 persen responden tidak yakin, 22,2 persen tidak yakin sama sekali, dan 13,9 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
Dengan demikian, total responden yang kurang atau tidak yakin mencapai 61,1 persen, menggabungkan mereka yang tidak yakin dan tidak yakin sama sekali. Adapun responden yang tidak mengetahui program KDMP sebanyak 23,1 persen.
Metodologi Survei
Survei SMRC ini memiliki margin of error sekitar 3,7 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan responden yang dipilih secara acak di seluruh Indonesia. Program KDMP sendiri merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk memperkuat perekonomian desa melalui koperasi.
Meskipun tingkat pengetahuan publik cukup tinggi, hasil survei ini menunjukkan tantangan besar dalam membangun kepercayaan publik terhadap program tersebut. "Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk meningkatkan keyakinan masyarakat, terutama di kalangan yang sudah mengetahui program ini namun masih ragu," tambah Deni Irvani.
Implikasi bagi Pemerintah
Rendahnya tingkat keyakinan publik ini dapat mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam program KDMP. Pemerintah perlu melakukan sosialisasi yang lebih efektif dan menunjukkan bukti konkret keberhasilan program di lapangan. Selain itu, transparansi dalam pengelolaan koperasi dan keterlibatan aktif masyarakat desa menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan.
Hasil survei ini juga menjadi indikator awal sebelum program berjalan lebih lanjut. Dengan hanya 25 persen publik yang optimis, diperlukan strategi komunikasi dan implementasi yang tepat agar program tidak hanya dikenal tetapi juga dipercaya oleh masyarakat luas.



