Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyatakan optimismenya bahwa posisi Jakarta dalam indeks kota global akan meningkat pada tahun ini. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan masuk dalam jajaran 50 besar kota global pada tahun 2030. Rano mengungkapkan bahwa sejak awal masa pemerintahannya, peringkat Jakarta telah menunjukkan perbaikan.
Peningkatan Peringkat Jakarta dalam Delapan Bulan
Dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV, Rano menjelaskan bahwa dalam delapan bulan pertama kepemimpinannya, peringkat Jakarta naik dari posisi 74 menjadi 71. Ia optimistis Jakarta bisa menembus peringkat 65 pada tahun ini, kemungkinan pada bulan Oktober. "Kita kerja kira-kira kalau dihitung sekarang sudah hampir setahun lebih, tapi di tujuh bulan, indeks Kota Jakarta ini sudah meningkat. Awalnya kita nomor 74. 8 bulan kita bekerja, kita bisa meninggi menjadi 71. Saya sangat yakin dalam tahun ini, mungkin dalam bulan-bulan Oktober, saya yakin pasti akan menjelang 65 indeksnya," kata Rano.
Fokus pada Kesejahteraan Masyarakat
Rano menegaskan bahwa Pemprov tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Artinya begini, apa target kita kalau masuk dalam global? Tentu kita akan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Tidak ada gunanya kita membangun gedung, tapi kalau manusianya gagal," ujarnya. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah Rukun Warga (RW) kumuh di Jakarta berhasil turun hingga sekitar 50 persen dalam satu tahun terakhir. "Kita bersyukur, hasil BPS menyatakan, dulu RW kumuh di Jakarta lebih 400 sekian. Dalam satu tahun kita bisa menurunkan 50 persen, 211 RW kumuh," katanya. Rano menekankan bahwa capaian ini bukan hanya hasil kerja pemerintah, tetapi juga peran aktif masyarakat.
Dorongan Hunian Vertikal
Selain itu, Rano mendorong masyarakat untuk beralih ke hunian vertikal melalui rumah susun. Menurutnya, pengembangan rumah susun menjadi langkah yang perlu diambil Jakarta, seperti yang dilakukan Singapura. "Karena Jakarta ini kalau tidak dengan rumah susun, sama seperti Singapura kira-kira tahun 40-an. Sebetulnya contoh yang paling ini, kita lakukan apa yang Singapura lakukan. Kita harus naik ke vertikal, ke rumah susun. Itu bisa meningkatkan kesejahteraan, cuma barangkali karakter kita memang kadang-kadang masih demen di rumah," ujarnya. Rano optimistis bahwa dengan berbagai upaya tersebut, Jakarta dapat terus meningkatkan peringkatnya di indeks kota global dan mencapai target yang telah ditetapkan.



