Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di Indonesia pada Jumat, 1 Mei 2026, yang bertepatan dengan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026. Kombinasi dinamika atmosfer menyebabkan potensi cuaca signifikan di beberapa wilayah, sehingga BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat hingga sangat lebat.
Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat
Prakirawan cuaca BMKG, Lintang Alya N, menyebutkan bahwa wilayah yang perlu waspada meliputi Aceh, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Selain itu, untuk Indonesia bagian barat, potensi hujan petir diperkirakan terjadi di Padang (Sumatera Barat), Bengkulu, Bandar Lampung, dan Pontianak (Kalimantan Barat).
Potensi Hujan Sedang dan Ringan
Lintang juga menyoroti potensi hujan sedang di Palembang (Sumatera Selatan) dan Serang (Banten). Sementara itu, hujan ringan diprakirakan melanda Banda Aceh, Medan (Sumatera Utara), Pekanbaru (Riau), Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), Jambi, Pangkal Pinang (Kepulauan Bangka Belitung), Jakarta, Bandung (Jawa Barat), Semarang (Jawa Tengah), Yogyakarta, Banjarmasin (Kalimantan Selatan), Palangka Raya (Kalimantan Tengah), Samarinda (Kalimantan Timur), dan Tanjung Selor (Kalimantan Utara).
Kondisi di Wilayah Timur Indonesia
Di bagian timur Indonesia, potensi hujan petir perlu diwaspadai di Ternate (Maluku Utara) dan Ambon (Maluku). Hujan sedang diprakirakan terjadi di Mamuju (Sulawesi Barat), sedangkan hujan ringan meliputi Denpasar (Bali), Mataram (Nusa Tenggara Barat), Makassar (Sulawesi Selatan), Kendari (Sulawesi Tenggara), Palu (Sulawesi Tengah), Gorontalo, Manado (Sulawesi Utara), dan seluruh wilayah Papua. Kota Kupang (Nusa Tenggara Timur) diprakirakan berawan.
Peringatan Dini BPBD DKI Jakarta
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 29 April hingga 3 Mei 2026. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, diprakirakan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi menimbulkan dampak hidrometeorologi seperti banjir dan genangan.
Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi, seperti pemantauan tinggi muka air di laman bpbd.jakarta.go.id/waterlevel dan informasi banjir di pantaubanjir.jakarta.go.id. Selain itu, warga disarankan menyiapkan perlengkapan darurat seperti payung, jas hujan, dan tas siaga bencana. Untuk keadaan darurat, hubungi call center Jakarta Siaga 112 yang beroperasi 24 jam secara gratis.
BPBD DKI Jakarta memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di ibu kota. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko bencana.



