Presiden Prabowo Subianto memberikan sinyal kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membuka opsi pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) melalui alternatif lain, termasuk pelibatan kantin sekolah. Hal ini disampaikan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari setelah mengikuti rapat terbatas di Istana, Jakarta, Rabu (15/7/2026) malam.
Prabowo Persilakan Kajian Alternatif MBG
Agustina menjelaskan bahwa dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 tentang tata kelola MBG, skema pelaksanaan hanya diatur melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, Presiden Prabowo mempersilakan pihaknya untuk mengkaji alternatif lain di luar skema tersebut.
"Kan kalau menurut Perpres 115 skema pelaksanaannya hanya melalui SPPG. Pilihannya hanya itu. Baca ya Perpres 115 ya. Pak Presiden pun tadi mengatakan 'silakan dikaji kalau ada alternatif yang lain, boleh'," kata Agustina menjawab pertanyaan wartawan mengenai usulan pelibatan kantin sekolah.
BGN Akan Kaji Lebih Lanjut
Agustina menegaskan bahwa pihaknya akan mengkaji lebih mendalam berbagai alternatif pelaksanaan MBG. Hasil kajian tersebut nantinya akan dilaporkan kembali kepada Presiden Prabowo untuk mendapatkan keputusan.
"Jadi jangan hanya itu satu-satunya pilihan untuk memberikan skema pelaksanaannya," ujarnya. "Tapi kembali lagi beliau minta setiap pilihan kebijakan, kaji dengan baik apa dasarnya dan sebagainya. Nanti datang lagi ke beliau sampaikan progres untuk kita putuskan gitu," lanjut Agustina.
Waktu Satu Bulan untuk Pembenahan
Diketahui, Presiden Prabowo memberikan waktu satu bulan kepada semua pihak terkait untuk membenahi pelaksanaan MBG. Meski demikian, Prabowo meminta agar pembenahan dilakukan secara matang dan tidak terburu-buru.
"Nah Pak Presiden meminta kami mengkaji lagi yang seperti itu. Kami diberi waktu kurang lebih satu bulan, silakan dikaji lagi," ujar Agustina. "Kembali lagi Pak Presiden intinya adalah silakan dikaji lagi. Pak Presiden tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan. Beliau ingin hati-hati," pungkasnya.



