Polda Sumatera Selatan (Sumsel) dan PT Pertamina (Persero) resmi memperkuat sinergi dalam mengawal ketahanan energi nasional melalui penandatanganan perjanjian pinjam pakai lahan. Acara yang digelar di Mapolda Sumsel, Palembang, pada Kamis (21/5/2026) ini dihadiri oleh Kapolda Sumsel Irjen Sandi Nugroho, didampingi Irwasda Polda Sumsel Kombes Feri Handoko, Karolog Polda Sumsel Kombes Budi Santosa, dan Dirpolairud Polda Sumsel Kombes Heru Agung Nugroho.
Dari pihak Pertamina, hadir SVP Asset Management PT Pertamina Teddy Kurniawan Gusti beserta jajaran, VP Asset Optimization & Development Ronald Hasudungan Hadiyanto Purba, serta General Manager RU III Plaju PT Pertamina Patra Niaga Khabibullah Khanafie. Dalam sambutannya, Kapolda Sandi menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan wujud kesamaan langkah untuk menghadapi tantangan operasional di lapangan.
Sinergi untuk Keselamatan dan Ketahanan Energi
Polri menyadari pentingnya kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan tata kelola dan distribusi energi di Sumsel berjalan lancar, tertib hukum, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. "Sinergitas menjadi kunci utama. Kita harus mampu bekerja, bekerja sama, dan sama-sama bekerja. Tidak ada satu institusi pun yang mampu menyelesaikan seluruh persoalan sendiri. Kita membutuhkan kolaborasi, komunikasi, dan kesamaan langkah," ujar Sandi.
Sinergi ini difokuskan pada langkah antisipasi terhadap potensi permasalahan sosial, terutama terkait pengelolaan sumur minyak rakyat. Sebagai pelindung dan pelayan masyarakat, kepolisian menempatkan nilai kemanusiaan di garis depan, memastikan percepatan roda ekonomi daerah tidak mengorbankan keamanan publik maupun kelestarian alam.
Prioritas Keselamatan Manusia
"Minyak boleh dikelola, produksi dapat ditingkatkan, dan ekonomi masyarakat dapat digerakkan. Tetapi keselamatan manusia, kepastian hukum, dan kelestarian lingkungan harus tetap menjadi prioritas utama," tegas Kapolda. Ia menginstruksikan agar setiap kegiatan operasional energi di daerah menjunjung tinggi nyawa manusia. Tidak boleh ada lagi korban jiwa akibat aktivitas minyak, serta tidak boleh ada kerusakan ekosistem akibat praktik yang tidak bertanggung jawab.
Selain mengawal distribusi energi, sinergi infrastruktur antara Pertamina dan Polda Sumsel juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sarana dan prasarana pelayanan kepolisian. Dukungan Pertamina diharapkan mengoptimalkan fasilitas operasional dan penanganan kegawatdaruratan, termasuk bagi armada polair. Dengan akses fasilitas yang lebih terintegrasi, keselamatan warga saat terjadi insiden dapat ditingkatkan secara signifikan.



