Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan pengalaman pertama bagi peserta didik baru saat memasuki jenjang pendidikan baru. Pada tahun 2026, pelaksanaan MPLS hadir dengan pendekatan yang lebih humanis melalui konsep MPLS Ramah. Konsep ini mengedepankan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Tema MPLS 2026: Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah
Semangat MPLS Ramah tercermin dalam tema "Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah". Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan menjadi pesan bahwa hari pertama sekolah harus menjadi awal yang positif bagi setiap murid. Dengan tema ini, diharapkan siswa dapat mengenal lingkungan, guru, teman, serta budaya sekolah tanpa rasa takut maupun tekanan.
Implementasi MPLS Ramah di Sekolah
Implementasi MPLS Ramah melibatkan berbagai pihak, termasuk guru, staf sekolah, dan orang tua. Sekolah diharapkan menyusun kegiatan yang interaktif dan inklusif, seperti perkenalan melalui games, tur sekolah, dan sesi berbagi cerita. Tujuannya adalah membangun rasa kebersamaan dan kepercayaan diri siswa baru sejak awal.
Menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, MPLS Ramah juga menekankan pada penghapusan praktik perpeloncoan atau kekerasan fisik dan verbal. Sekolah yang terbukti melakukan kekerasan selama MPLS akan dikenakan sanksi tegas.
Dampak Positif MPLS Ramah
Dengan pendekatan humanis, MPLS Ramah diharapkan dapat mengurangi kecemasan siswa baru dan meningkatkan motivasi belajar. Lingkungan yang aman dan nyaman juga berkontribusi pada pencegahan perundungan (bullying) di sekolah. Data menunjukkan bahwa sekolah yang menerapkan program anti-kekerasan memiliki tingkat kepuasan siswa yang lebih tinggi.
Konsep ini sejalan dengan Gerakan Sekolah Sehat yang digalakkan pemerintah, yang mencakup aspek fisik, mental, dan sosial. MPLS Ramah menjadi langkah awal untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang positif dan berkelanjutan.



