Pohon jenis Kicopong setinggi 15 meter tumbang menimpa rumah di Bogor Barat, Kota Bogor, pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa ini disebabkan oleh angin kencang dan kondisi akar pohon yang sudah rapuh.
Detail Kejadian dan Kerusakan
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menyatakan bahwa pohon dengan tinggi kurang lebih 15 meter dan diameter sekitar 50 sentimeter itu tumbang menimpa atap rumah milik Pipit Fitria. Rumah tersebut dihuni oleh empat jiwa. Akibat kejadian ini, atap dan dinding bagian atas rumah mengalami kerusakan.
"Pohon berjenis Kicopong dengan tinggi kurang lebih 15 meter dan diameter kurang lebih 50 centimeter tumbang menimpa atap rumah," kata Dimas. Ia menambahkan, "Kejadian ini diketahui karena akar pohon yang sudah rapuh dan angin kencang yang berada di wilayah tersebut."
Evakuasi dan Dampak
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Bogor segera melakukan asesmen dan pemangkasan pohon tumbang. Proses evakuasi berjalan lancar dan selesai tanpa kendala. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Rumah yang rusak masih dalam kondisi aman untuk ditempati, sehingga penghuni tidak perlu mengungsi.
"Assessment dan pemangkasan pohon tumbang, sudah selesai dilakukan oleh personil TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian. Korban nihil, penghuni tidak mengungsi karena rumah masih dalam kondisi aman untuk ditempati," sebut Dimas.
Konteks Bencana di Bogor
Kejadian pohon tumbang ini menambah daftar bencana yang melanda wilayah Bogor. Sebelumnya, kekeringan melanda Ciseeng, Bogor, yang menyebabkan 1.570 warga kesulitan air bersih. Kondisi cuaca ekstrem seperti angin kencang perlu diwaspadai, terutama di daerah dengan banyak pohon besar yang sudah tua.
BPBD Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang, terutama saat angin kencang. Pemeriksaan rutin terhadap pohon-pohon di area pemukiman juga perlu dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.



