Mensesneg Beberkan Faktor PHK: Konflik Internal hingga Ekonomi Global
Mensesneg Beberkan Faktor PHK: Konflik Internal hingga Ekonomi Global

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membeberkan sejumlah faktor yang menyebabkan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia. Dalam keterangannya di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026), ia menjelaskan bahwa Satgas Mitigasi PHK tengah melakukan berbagai langkah untuk menghadapi ancaman PHK tersebut.

Faktor PHK Tidak Hanya Soal Bahan Baku

Prasetyo mengungkapkan bahwa permasalahan PHK tidak selalu berkaitan dengan suplai bahan baku. Menurutnya, ada juga konflik internal manajemen perusahaan yang menjadi pemicu. "Ada juga yang berpotensi terjadi PHK, dan kita mitigasi satu per satu karena permasalahan PHK tidak selalu berkenaan dengan masalah, misalnya tadi, suplai bahan baku. Misalnya gas atau batu bara. Kadang-kadang juga ada permasalahan yang itu adalah konflik internal manajemen perusahaan. Tetapi apapun itu penyebabnya, maka menjadi tugas kita untuk bersama-sama melakukan mitigasi," ujar Prasetyo.

Selain konflik internal, faktor eksternal seperti penurunan permintaan pasar dan masalah perbankan juga turut mempengaruhi. "Ada yang memang misalnya demand-nya turun. Ya, permintaannya turun. Ada juga tadi yang bermasalah terhadap modal yang itu, modal disimpan di sebuah institusi perbankan yang institusi perbankannya bermasalah," jelasnya. Ia mencontohkan perusahaan yang sehat secara fundamental tetapi terhambat karena masalah di institusi perbankan tempat mereka menyimpan modal.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

PHK Tidak Terpaku pada Sektor Tertentu

Prasetyo menegaskan bahwa potensi PHK tidak terbatas pada satu sektor industri saja. "Karakteristiknya tidak kepada satu sektor tertentu karena problemnya juga bermacam-macam," katanya. Ia mencontohkan sektor gas yang mengalami masalah teknis di Jawa Barat, sementara di Jawa Timur dan Jawa Tengah tidak ada kendala. "Misalnya contoh gas, itu juga ada beberapa yang di daerah Jawa Timur dan Jawa Tengah tidak ada masalah karena sumber bahan bakunya tidak terjadi masalah teknis. Nah, tapi ada di Jawa Barat yang sumber gasnya ini terjadi kendala teknis. Jadi memang satu per satu kita pelajari dan kita cari jalan keluarnya," tambahnya.

Membantah Tren PHK Meningkat

Mensesneg membantah anggapan bahwa fenomena PHK sedang meningkat secara umum. "Tidak, tidak (tren meningkat). Kalau yang ada potensi meningkat, yang berkaitan dengan masalah suplai bahan baku ya. Yang karena itu terpengaruh juga oleh harga dunia atau faktor geopolitik, satu. Kedua juga ada faktor manajemen di internal kita sendiri," ujar Prasetyo. Ia menekankan bahwa setiap perusahaan memiliki permasalahan yang berbeda, sehingga penanganannya harus dilakukan secara spesifik.

Koordinasi dengan Kementerian dan Satgas Hilirisasi

Satgas Mitigasi PHK akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian untuk memetakan komoditas yang masih bergantung pada impor. "Oleh karena itulah juga kami berkoordinasi dengan Satgas Hilirisasi dan Industrialisasi untuk termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian, untuk memetakan komoditi-komoditi atau bahan baku-bahan baku apa saja yang kita sampai hari ini masih tergantung kepada dari impor," imbuh Prasetyo. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi potensi PHK yang dipicu oleh gangguan pasokan bahan baku impor.

Prasetyo juga menyinggung faktor ekonomi global yang saling terkait, namun menekankan bahwa hal itu bukan menjadi alasan untuk tidak melakukan perbaikan. "Pasti, pasti (faktor ekonomi global). Kalau kita bicara ekonomi, semua faktor saling berkaitan, ya. Meskipun sekali lagi bukan itu kemudian menjadi alasan ya. Semua kita coba benahi, semua kita coba perbaiki," tegasnya.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga