Kemacetan panjang dan mengular melanda Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok hingga kawasan Cilincing pada Senin malam, 25 Mei 2026. Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Priok mengonfirmasi bahwa kemacetan parah ini dipicu oleh aktivitas depo kontainer di kawasan Cakung, Jakarta Timur.
Penyebab Kemacetan
Kepala KSOP Pelabuhan Tanjung Priok, Kapten Heru, menegaskan bahwa kemacetan bukan disebabkan oleh aktivitas bongkar muat di dalam pelabuhan atau jumlah kapal yang bersandar. “Benar telah terjadi kemacetan akibat depo-depo tersebut,” ujarnya. Depo kontainer di Cakung terhubung langsung dengan akses menuju Pelabuhan Tanjung Priok melalui Jalan Raya Cilincing.
Operasional Pelabuhan Normal
Heru menambahkan bahwa aktivitas bongkar muat dan kapal bersandar pada hari itu berjalan normal. “Aktivitas bongkar muat dan kapal bersandar hari ini normal,” katanya. Hal senada disampaikan oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Ginanjar Tejasasmita, yang memastikan kemacetan bukan berasal dari operasional pelabuhan.
Dampak Kemacetan
Kemacetan parah sudah terlihat di Jalan Raya Cilincing sejak sore hari, berdampak pada arus kendaraan yang keluar dari Pelabuhan Tanjung Priok melalui Pos 9. Kepala Suku Dinas Perhubungan, Rudi Saptari, menjelaskan bahwa kemacetan ini disebabkan oleh aktivitas depo kontainer di BSA, Temas, dan Seacon. “Kemacetan ini akibat aktivitas depo kontainer di BSA, Temas, dan Seacon,” ujarnya.
Penanganan di Lapangan
Untuk mengurai kemacetan, petugas Suku Dinas Perhubungan telah ditempatkan di sejumlah titik rawan, seperti Jalan Jampea, Yos Sudarso, TL Permai, Pos 9, TL Kramat, dan TL Kebon Baru. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara intensif guna meminimalkan dampak kemacetan yang berkepanjangan.



