Panitia Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026/2027 mengungkapkan adanya praktik kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Sebanyak 27 peserta kedapatan menggunakan joki, sementara 11 orang lainnya menggunakan alat bantu ilegal.
Modus Kecurangan yang Terungkap
Ketua Panitia SNBT, Prof. Dr. Ir. Bambang Sutedjo, M.Eng., menjelaskan bahwa kecurangan terdeteksi melalui sistem pengawasan ketat yang diterapkan. "Kami menemukan 27 peserta yang menggunakan joki, di mana orang lain mengerjakan ujian atas nama mereka. Selain itu, 11 peserta menggunakan alat elektronik tersembunyi untuk menerima jawaban dari luar," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (25/5/2026).
Alat yang digunakan berupa kamera mini yang disematkan pada kacamata atau pulpen, serta alat komunikasi nirkabel. Tim pengawas berhasil mengidentifikasi perangkat tersebut melalui pemindaian sinyal dan pengamatan visual.
Sanksi Tegas bagi Pelaku
Panitia SNBT memberikan sanksi tegas kepada seluruh peserta yang terbukti curang. Mereka didiskualifikasi dari UTBK SNBT 2026/2027 dan dilarang mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri selama dua tahun ke depan. "Kami tidak mentolerir kecurangan dalam bentuk apa pun. Integritas seleksi harus dijaga," tegas Bambang.
Selain itu, panitia juga akan menindaklanjuti temuan ini dengan melibatkan pihak berwajib untuk menyelidiki jaringan joki dan penyedia alat ilegal. "Kami akan bekerja sama dengan kepolisian untuk membongkar sindikat ini," tambahnya.
Upaya Pencegahan ke Depan
Untuk mencegah kecurangan serupa di masa mendatang, panitia akan meningkatkan sistem keamanan ujian. Beberapa langkah yang akan diterapkan antara lain penggunaan detektor logam yang lebih sensitif, pemasangan kamera pengawas tambahan, dan pengembangan perangkat lunak pendeteksi kecurangan berbasis kecerdasan buatan.
"Kami juga akan memperketat verifikasi identitas peserta, termasuk menggunakan data biometrik," jelas Bambang. Panitia berharap langkah-langkah ini dapat meminimalisir risiko kecurangan dan memastikan seleksi berjalan adil.
Kecurangan UTBK SNBT tahun ini menjadi perhatian serius karena jumlah peserta yang terlibat cukup signifikan. Pada tahun sebelumnya, hanya ditemukan 10 kasus penggunaan joki dan 5 kasus penggunaan alat ilegal. Peningkatan ini mendorong panitia untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan sistem.
Para peserta yang tidak terlibat kecurangan diimbau untuk tetap tenang dan fokus pada ujian. "Kami pastikan bahwa hasil ujian peserta yang jujur tidak akan terpengaruh oleh tindakan curang segelintir orang," pungkas Bambang.



