BMKG: 9 Provinsi Berpotensi Hujan Lebat, Sejumlah Wilayah Angin Kencang
BMKG: 9 Provinsi Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang akan melanda setidaknya sembilan provinsi di Indonesia pada Jumat, 24 Juli 2026. Selain itu, beberapa provinsi lainnya juga diperkirakan akan diterjang angin kencang.

Provinsi yang Berpotensi Hujan Lebat

Berdasarkan prakiraan BMKG, sembilan provinsi yang berpotensi mengalami hujan lebat meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Barat. Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir dan tanah longsor.

Wilayah Berpotensi Angin Kencang

BMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di beberapa provinsi lain, seperti Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Angin kencang dapat mencapai kecepatan lebih dari 30 knot yang berpotensi merusak bangunan dan infrastruktur.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Faktor Iklim Global

Menurut BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia saat ini masih dilanda hujan dengan curah hujan rendah. Rendahnya curah hujan ini diprediksi dipengaruhi oleh perkembangan kondisi iklim global. Nilai mingguan indeks Nino 3.4 tercatat masih berada pada angka +1,47, yang mengindikasikan kondisi El Niño yang moderat. Sementara itu, rata-rata Southern Oscillation Index (SOI) selama 30 hari terakhir mencapai -29,6, menunjukkan tekanan udara rendah yang signifikan di Pasifik.

Dampak dan Imbauan

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang berpotensi hujan lebat dan angin kencang untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan bencana seperti lereng gunung, bantaran sungai, dan pesisir. Pemerintah daerah setempat diharapkan dapat menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga