Trump Yakin Kesepakatan dengan Iran Tercapai, Ancam Serangan Lebih Besar
Trump Yakin Kesepakatan Iran Tercapai, Ancam Serangan Besar

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan dengan Iran mengenai program nuklirnya sangat mungkin tercapai. Meski demikian, ia kembali mengancam akan melanjutkan serangan ke negara tersebut apabila perundingan tidak membuahkan hasil.

Optimisme Trump di Tengah Ketegangan

Dalam pernyataannya di media sosial pada Rabu (6/5) waktu setempat, Trump menegaskan bahwa jika Iran bersedia memenuhi apa yang telah disepakati, perang akan berakhir. Namun, jika tidak, bombardir akan dilanjutkan dengan tingkat dan intensitas yang jauh lebih tinggi. Pernyataan ini muncul setelah Trump mengklaim telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dalam 24 jam terakhir.

"Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir, dan sangat mungkin bahwa kami akan mencapai kesepakatan," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval, Gedung Putih.

Banner lebar Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif untuk Telegram

Sikap Iran yang Belum Jelas

Pemerintah Iran hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terhadap proposal baru Amerika Serikat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa rencana dan proposal AS masih dalam peninjauan. Ia menambahkan bahwa Teheran akan menyampaikan posisinya kepada mediator Pakistan setelah memfinalisasi pandangannya.

Sementara itu, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran yang memimpin negosiasi dengan AS, menuding Washington berupaya memaksa Teheran untuk menyerah melalui blokade angkatan laut, tekanan ekonomi, dan manipulasi media.

Peran Pakistan sebagai Mediator

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang menjadi tokoh kunci dalam putaran awal pembicaraan di Islamabad bulan lalu, menyatakan optimisme terhadap prospek kesepakatan. "Kami sangat berharap bahwa momentum saat ini akan mengarah pada kesepakatan yang langgeng yang menjamin perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan bagi kawasan dan sekitarnya," tulisnya di media sosial X.

Nota Kesepahaman Satu Halaman

Media berita AS, Axios, mengutip dua pejabat AS yang melaporkan bahwa Iran dan AS saat ini hampir menyepakati nota kesepahaman satu halaman untuk mengakhiri perang dan menetapkan kerangka kerja bagi negosiasi nuklir yang lebih rinci.

Ketidakpastian masih menyelimuti proses negosiasi ini. Ancaman Trump untuk melanjutkan serangan jika kesepakatan gagal menambah tekanan pada Iran untuk segera mengambil keputusan.

Banner setelah artikel Pickt — aplikasi daftar belanja kolaboratif dengan ilustrasi keluarga